oleh

SANJAY BEBAS DARI 3 DAKWAAN, HAKIM SEBUT TIDAK ADA PIHAK YANG DIRUGIKAN DI BISNIS MEMILES

-Nasional-1.450 views

Purnamanews.com Surabaya —Kabar mengejutkan datang dari persidangan kasus MeMiles yang pernah diungkap Polda Jatim dengan bukti uang ratusan miliar. Namun perkara ini akhirnya anti-klimaks. Direktur PT Kam dan Kam (MeMiles) Kamal Tarachand Mirchandani alias Sanjay divonis bebas oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (24/9/2020).

Majelis hakim yang diketuai Johannes Hehamony dalam putusannya menyatakan Sanjay terbukti tidak melakukan perbuatan melawan hukum saat mengoperasikan aplikasi MeMiles dalam surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

“Mengadili, pernyataan terdakwa Kamal Tarachand Mirchandani tidak terbukti bersalah dakwaan kesatu primer, dakwaan kesatu subsider dan dakwaan kedua,” ujar hakim Johannes Hehamony membacakan amar putusannya.

Dikatakannya, terdakwa Sanjay tidak mengikuti skema dalam skema barang dan jasa diatur dalam Pasal 109 UU Perdagangan. “Sehingga dakwaan kesatu primair yakni Pasal 105 dan dakwaan kedua subsidair Pasal 106 Undang-undang Nomor 7 tahun 2014 tentang Perdagangan jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP tidak terbukti,” papar Johannes.

Selain itu, menurut majelis hakim, Aplikasi MeMiles memperoleh tahap dari berjualan jasa periklanan. Bukan dari uang pendaftaran anggota. “Terdakwa sebagai pelaku usaha mendapatkan tahap bukan dari penjualan barang dan skema skema piramida, melainkan dari penjualan jasa periklanan,” kata Johannes.

Sementara untuk dakwaan kesatu subsidair yang menyatakan MeMiles tidak berizin juga dimentahkan majelis hakim. Menurut majelis hakim, PT Kam dan Kam sudah mengantongi surat izin usaha perdagangan (SIUP) dari Dinas Perdagangan DKI Jakarta pada Oktober 2015 yang baru berakhir pada Oktober 2020.

“Majelis hakim berpendapat bahwa perizinan usaha perdagangan yang dimiliki PT Kam dan Kami dan diterbitkan melalui sistem Online Single Subsmission tidak berlaku surut ketika SIUP kecil sudah diterbitkan,” ungkapnya.

Tak hanya itu, majelis hakim juga terdakwa Sanjay terbukti tidak melakukan tindak pidana penipuan, seperti dalam dakwaan ke 2 jaksa penuntut umum. Majelis hakim penilaian, tidak ada yang dirugikan dalam bisnis MeMiles. Para anggota telah mendapatkan slot iklan ketika melakukan top up. “Unsur menguntungkan diri sendiri dan orang lain melawan hukum tidak terbukti,” kata Johannes.

Selain membebaskan terdakwa dari segala perintah, majelis hakim juga meminta perintah jaksa untuk memperbaiki kata dan martabat terdakwa Sanjay seperti semula sebelum tersandung perkara ini.

Majelis hakim juga memerintahkan jaksa untuk mengembalikan uang senilai lebih dari 120 milliar dan ratusan mobil serta aset lain yang sebelumnya disita untuk barang bukti kepada PT Kam and Kam serta ke pemilik lainnya. “Memerintahkan terdakwa segera dikeluarkan dari tahanan sewaktu-waktu setelah putusan ini dibacakan,” ujar Johannes.

Atas putusan bebas ini, Jaksa Novan Arianto masih menyatakan pikir-pikir, dan segera akan melaporkan hasil sidang kasus ini ke atasan untuk petunjuk lanjut apakah akan banding atau tidak. Sementara, Muzayyin selaku kuasa hukum terdakwa Sanjay menyatakan menerima putusan tersebut. Dia mengatakan sudah yakin kliennya akan dibebaskan karena dakwaan jaksa tidak berdasar. “Fakta yang menilai hakim kami punya izin kegiatan yang konsisten dilakukan dengan menjual iklan,” tandasnya.

Diketahui, sebelumnya jaksa menuntut terdakwa Sanjay dengan pidana penjara selama 6 tahun. Dalam kasus ini jaksa pernyataan terdakwa Sanjay dinyatakan bersalah Pasal 105 Undang-undang Nomor 7 tahun 2014 tentang Perdagangan jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP yang dakwaan kesatu primair. Selain itu, menuntut terdakwa membayar denda Rp 200 juta subsidair tiga bulan kurungan serta mengembalikan aset ke anggota. (jag)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed