oleh

Saat Pelantikan , Ketua DEMA Terpilih Singgung Pejabat Kampus dalam Sambutannya

PURNAMANEWS, BANJARMASIN – Rektor UIN Antasari Banjarmasin, Mujiburrahman pada Selasa (26/03) Resmi melantik 66 fungsionaris Dewan Eksekutif Mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin yang bertempat di Aula Rektorat lantai 3.

Pelantikan dilaksankan pada pukul 14.00 sampai 16.30, yang sekaligus diikuti oleh pelantikan Senat Mahasiswa dan Kesatuan Mahasiswa Bidik Misi UIN Antasari Banjarmasin.

Pelantikan dihadiri langsung oleh Rektor UIN Antasari, Mujiburrahman, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Nida Mufidah, Kasubag Kemahasiswaan dan Alumni, Masri, Dekan Fakultas, Wakil Dekan III Fakultas serta Civitas Akademika UIN Antasari.

Dalam pelantikan, juga dihadiri oleh beberapa elemen mahasiswa dari internal kampus UIN Antasari, dan tidak seorangpun terlihat undangan dari pihak luar kampus UIN Antasari.

Dalam sambutannya, Ketua DEMA terpilih, Rizal, menguntungkan tidak adanya tamu undangan dari pihak luar kampus, Rizal menyinggung secara halus sambil berguyon, karena biasanya mahasiswa luar kesulitan untuk mencari kampus UIN Antasari, kampus sekelas Universitas tidak memiliki gerbang.

“Alhamdulillah, pada pelatikan hari ini tidak dihadiri oleh pihak luar kampus, kalaupun dihadiri kemungkinan tamu undangan kesulitan mencari kampus UIN, soalnya kampus sekelas Universitas tidak ada gerbangnya, kata Rizal sambil menyinggung pejabat kampus yang hadir secara halus.”

Rizal juga menyampaikan beberapa hal yang ingin direalisasikan satu periode kepengurusan, yaitu pengadaan draft AD/ART KBM, pengadaan dan perbaikan fasilitas Student Centre, dan juga menyinggung mengenai penetapan besaran anggaran dana DIPA untuk organisasi kemahasiswaan.

“Berkenaan mengenai tataran organisasi di kampus, kita menyayangkan, tidak adanya regulasi yang mengatur KBM UIN Antasari, sehingga kedepannya kami bertekat untuk memformulasikan draft AD/ART KBM untuk di musyawarahkan dan disepakati seluruh ormawa kampus, agar gerak langkah KBM UIN Antasari sesuai dengan TUPOKSI yang disepakati.”

“Selain itu, tentunya banyak keluhan dari UKM/UKK terkait fasilitas SC yang jauh dari kata layak untuk berkegiatan, WC tidak memadai, air tidak jalan dan banyak keluhan lainnya.”

“Bagaimana mahasiswa mau bekerja dengan maksimal dan loyal, sedangkan kantor tempat mereka beraktivitas tidak mendukung untuk mereka bekerja dengan maksimal.” Singgung Rizal.

Tak lupa, Rizal juga menyampaikan minimnya anggaran untuk ormawa di kampus UIN Antasari yang berkisar hanya 150 juta.

“Berkenaan mengenai anggaran ormawa, kita pasti menanyakan, bagaimana mungkin dapat angka pagu 150 juta untuk anggaran kemahasiswaan, sedangkan dibandingkan dengan kampus lain, seperti IAIN Palu yang sekelas institut, tiap UKM mereka mendapatkan anggaran 15 juta pertahahun, sedangkan di UIN Antasari yang notebene Universitas hanya berkisar 5 juta pertahun, tentunya ini tidak masuk akal, menurut Rizal.”

Rizal menambahkan, “Agar tidak adanya prasangka buruk antar civitas akademika kampus dengan mahasiswa, mahasiswa ingin dilibatkan dalam rapat kerja penetapan anggaran kampus disetiap periode tahunnya, agar mahasiswa merasa memiliki terhadap kampus dan juga menjadi bagian penting dalam menentuka arah baru kampus kedepannya.” Tutup Rizal.

asyf/ira

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed