oleh

Ronny : Sebaiknya Aktivis Fonna Dan Fahmi Berjiwa Besar Dan Berdamai

Purnamanews.com – Aceh Timur. Aktivis Front Anti Kejahatan Sosial (FAKSI) Aceh, Ronny Hariyanto, berharap konflik antara aktivis Rahmatun Fonna dan Zoel Fahmi, yang berujung pelaporan terkait kasus UU ITE di Polda Aceh, dapat diakhiri dengan damai. Pasalnya menurut Ronny, apa yang terjadi diantara keduanya sebenarnya masih dapat diselesaikan dengan baik secara kekeluargaan.

“Ya saya berharap, teman – teman ini bisa berdamai, kita ini sebenarnya adalah teman seperjuangan dalam upaya menentang semua ketidakadilan di sekitar kita, jadi seharusnya saling mendukung, saling memperkuat satu sama lain, bukan saling melemahkan,” kata Ronny, Jumat,7 Februari 2020.

Ronny sangat menyayangkan atas apa yang terjadi di antara keduanya, dan berharap dapat diselesaikan dengan baik.

” Mungkin Fonna khilaf, dan itu dilakukan karena sedang emosi, jadi kita berharap teman – teman ini bisa saling memaafkan. Dan semoga jadi pelajaran buat kita semua, Sebab jika tidak berdamai, maka para penjahat di luar sana pasti bakal tepuk tangan gembira, melihat sesama aktivis cakar – cakaran,” sebut eks.Ketua Forum Pers Independen Indonesia (FPII) Provinsi Aceh itu.

Ronny mengaku bersedia bersama temannya yang lain menjembatani upaya damai antara kedua belah pihak yang sedang bertikai.

” Saya memang bukan siapa – siapa, bukan ingin ikut campur, juga bukan ingin jadi pahlawan kesiangan, hanya saya sedih saja, sebab kedua belah pihak itu juga teman – teman saya, yang saya anggap seharusnya kompak dan bersatu membangun demokrasi, demi membela rakyat, menentang semua ketidakadilan dan segala bentuk penindasan,” ujar aktivis HAM itu.

Menurut Ronny, kasus yang menimpa Fonna dan Fahmi dapat diselesaikan dengan mediasi secara kekeluargaan.

” Saya yakin ini bisa diselesaikan, apalagi mungkin nanti berkat bantuan senior – senior dan teman – teman lainnya, mari kita arahkan ini ke jalur damai, matikan kompornya, dan jangan digoreng lagi, mari kita berpikir ke depan, musuh kita bukan sesama rekan seperjuangan, tapi kejahatan besar seperti korupsi, ketidakadilan dan segala bentuk penindasan, jadi saya berharap Fonna dan Fahmi mau berjiwa besar dan saling memaafkan, mengakhiri konflik ini dengan damai,” pungkas putera Idi Rayeuk berdarah Aceh – Minang itu menutup keterangannya.

Hendrik/Red

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed