oleh

Relawan Gerak Cepat (REGAC) SIAP KAWAL Janji PLT GUBERNUR ACEH

PURNAMANEWS.COM,PIDIE – Ketua Umum Relawan Gerak Cepat Haji Uma Peduli Ummat (REGAC) Musdir Ilyas menegaskan akan terus mengawal janji Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah terkait pembatalan izin PT Emas Mineral Murni (EMM) di Beutong Ateh, Kabupaten Nagan Raya.Jum’at(12/04/19).

“Kita semua berkomitmen akan terus mengawal janji Plt Gubernur Aceh yang akan membatalkan izin PT EMM,” kata Musdir Ilyas.

Musdir Ilyas juga menyebutkan, dirinya sangat mengapresiasi sikap kritis, militansi, dan keberpihakan gerakan mahasiswa menuntut izin tambang PT EMM tersebut yang dilakukan langsung di depan Kantor Gubernur Aceh.

“Secara ekonomi politik, eksploitasi tambang emas tersebut tanpa persetujuan masyarakat Beutong Ateuh, merupakan penjajahan dan perampokan sumber daya alam. Dan secara hukum juga mengabaikan kekhususan kewenangan Aceh dalam mengelola kekayaan sendiri,” ungkapnya.

Selain itu, sambung Musdir Ilyas, pihaknya sangat menghargai atas keberanian Plt Gubernur Aceh dalam menandatangani empat poin petisi yang menjadi janji Pemerintah Aceh yang akan terlibat aktif dan berdiri di depan untuk memperjuangkan pembatalan izin PT. EMM.
“Kita juga patut memberikan apresiasi atas keberanian Pak Nova Iriansyah yang bersedia bertemu langsung dengan mahasiswa. Meskipun beliau hadir setelah berhari-hari ditunggu oleh demonstran tersebut hingga ada yang jatuhnya korban luka di barisan demonstran revolusioner itu,” tutur Musdir Ilyas.

Musdir juga menambahkan, penandatanganan petisi serta komitmen sama sekali tidak cukup. Rakyat Aceh dan masyarakat Beutong Ateuh secara khusus menginginkan janji tersebut dilaksanakan secepatnya dengan kekuatan yang penuh dimiliki pemerintah Aceh.
“REGAC dengan segenap rakyat akan mengawal secara serius pelaksanaan janji Plt Gubernur Aceh dalam membatalkan izin PT EMM. Sebagai bukti awal keseriusan Plt Gubernur Aceh melaksanakan janjinya, kami mendesak pak Nova untuk mengivestigasi dan menemukan oknum ASN yang merekam dari atas lantai kantor Gubernur Aceh sambil mencaci, menghina dan melecehkan gerakan mahasiswa yang melawan PT EEM, jika mendapatkan orangnya, maka Gubernur harus menghukum ASN itu,” pungkas Musdir.

(ISKANDAR)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed