oleh

Puluhan Orang Mengaku Warga Gudo Jombang Demo di Area Tambang Sirtu, Ini Alasan Mereka

Purnamanews.com Jombang Puluhan orang mengaku sebagai warga Desa Bugasur Kedaleman, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang mengadakan aksi demo, tujuannya, melarang excavator/ backhoe ( alat berat ) beroperasi memasuki wilayah setempat, Senin (12/04/2021) siang

Sempat terjadi perdebatan dalam aksi demo tersebut, yang mana saat itu, Agus Jawara sebagai pemilik dan penanggungjawab hanya mengaku sebagai pekerja dan tidak tahu menahu terkait wilayah yang ditambangnya ini daerah Kediri atau Jombang, sebelum akhirnya excavator/backhoe ( alat berat )itu ditarik keluar dari lokasi galian sirtu ( pasir dan batu ).

“ Saya di sini hanya pekerja mas, yang mana sudah ada SPK dengan pihak Direktur CV. Adhi Djojo perkiraan awal bulan, dan saya baru 4 hari bekerja, kalau ini wilayah Kediri atau Jombang bisa tanyakan langsung ke pihak CV, intinya saya disuruh memasukkan excavator di sini ya saya lakukan, dan saya tidak tahu terkait konflik dalam management CV. Adhi Djojo”, kata Agus Jawara saat dikonfirmasi oleh awak media di lokasi, Senin (12/04).

Dalam pantauan tim reporter media ini, terlihat pihak warga yang saat itu geram sempat berteriak-teriak dan meminta operator alat berat memindahkan excavator yang masih beroperasi di wilayah Kecamatan Gudo Kabupaten Jombang itu. Dan mereka para warga yang melakukan unjuk rasa ( demo ) tersebut menutup akses jalan dengan batang pohon yang ada di sekitar galian sirtu.

Salah satu pendemo bernama toli saat diwawancarai seusai melakukan aksi demo mengatakan, alat berat atau excavator itu harus keluar dari wilayah Jombang, pasalnya, warga tidak pernah diajak bicara maupun diberikan kompensasi.

” Ya intinya alat berat itu harus keluar dari wilayah Jombang, kalau mau menggali di wilayah Kediri sesuai ijinnya silahkan…,” ungkapnya kepada beberapa awak media yang meliput.  (Tim)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed