oleh

PT Garam Bagi Hasil Produksi

PURNAMANEWS.COM – NTT. PT Garam (persero)  yang beroperasi  di desa Bipolo, kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang membuktikan kehadirannya untuk masyarakat NTT bukan untuk kepentingan perusahaan.

Hal itu dibuktikan dengan adanya penyerahan pembagian hasil kerjasama lahan produksi garam seluas 304 hektare yang di kelola PT Garam (Persero) bekerjasama dengan pemangku tanah ulayat desa Bipolo  dengan total hasil produksi PT Garam tahun 2018 sebesar 8. 058 ton.

Kepala Cabang PT Garam Persero Bipolo,  Agung Triwasono Hadi kepada awak media seusai penyerahan pembagian hasil di kantor Sinode GMIT, Jumat, (4/10) siang menjelaskan, realisasi penyerahan bagi hasil produksi tahun 2018 itu sesuai addendum perjanjian kerjasama (PKS) antara PT Garam dengan pemangku tanah ulayat desa Bipolo nomor 23 A/KS/VI/2018 pasal 5 tanggal 8 juni 2018 sebesar 10 persen dari total produksi PT Garam tahun 2018.

Lanjut Agung,  sesuai hasil produksi tahun 2018 maka 10 persen hasil produksi senilai Rp 306.739.500 diberikan kepada pemangku tanah ulayat desa Bipolo yang nantinya akan dibagi dengan komposisi 5,5 persen untuk pemilik lahan ulayat, 1,5 persen untuk lembaga adat, 1,5 persen untuk Sinode GMIT dan 1,5 untuk pemerintah kabupaten Kupang.

“Hari ini kami melakukan pembagian hasil sesuai PKS tahun lalu maka 10 persen dari hasil produksi itu kita bagikan kepada pemangku tanah ulayat desa Bipolo.  5, 5 persen atau Rp 168.706.725 untuk pemilik lahan ulayat, Pemerintah daerah kabupaten Kupang sebesar 1,5 persen  atau senilai  Rp 46.010.925, Bagian pendidikan sinode GMIT sebesar 1,5 persen setara Rp 46.010.925 dan Lembaga adat kabupaten Kupang sebesar 1,5 persen dinominalkan Rp 46.010.925” jelas pria asal Jawa itu.

Menurut Agung, kehadiran PT Garam di desa Bipolo, kecamatan Sulamu, kabupaten Kupang sangat berdampak positif antara lain menjadikan lahan kurang produktif menjadi lahan produktif dan mampu meningkatkan ekonomi masyarakat desa Bipolo.

“Ini tidak lain juga sebagai bentuk dari wujud BUMN hadir untuk negeri lewat PT Garam. PT Garam hadir untuk kesejahteraan masyarakat NTT bukan  untuk perusahaan.” ungkapnya.

Agung menambahkan, ke depan PT garam akan terus melakukan pendampingan untuk menciptakan inovasi-inovasi dalam rangka pengembangan lahan garam produktif yang ada di Kupang.

Dijelaskan Agung, hingga saat ini pertanggal 03 oktober 2019, PT Garam di desa Bipolo sudah berproduksi menghasilkan garam sebesar 7.745 ton dengan penyerapan tenaga kerja lokal sebanyak 150 orang.

“Dengan adanya penyerahan atas bagi hasil hari ini kita tetap mengharapkan dukungan dari seluruh pihak untuk bermitra dengan PT Garam Persero untuk terus bekerja dalam mewujudkan swasembada garam Nasional dan menjadi contoh pengaraman modern di NTT. Target produksi kita tahun ini naik dari 8.058 ton ke 15.000 ton.” tandasnya.

Pemilik Lahan Ulayat di desa Bipolo Yeskiel Kaesnube selaku perwakilan pemilik lahan, mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang terlibat dalam PKS khususnya PT Garam yang sudah melibatkan warga lokal sebagai tenaga kerja.

Kaesnube mengaku sesuai hasil PKS maka PT Garam wajib memberikan 10 persen hasil produksi kepada pemilik lahan ulayat. Setelah itu baru pemilik lahan membagikan kepada lembaga adat,  pemerintah daerah dan Sinode GMIT.

“Saya mewakili pemilik lahan mengucapkan terimakasih kepada PT Garam yang sudah mampu merealisasikan PKS. Kami terus memdukung untuk kesuksesan produksi garam di lahan kami yang selama ini belum dioptimalkan dengan baik.” terangnya.

Sekretaris Sinode GMIT Pendeta (Pdt) Yusuf Nakmofa mengaku mendukung penuh pengelolaan lahan garam di desa Bipolo untuk peningkatan perekonomian masyarakat setempat.

Pdt Nakmofa mengatakan, mendukung penuh kebijakan bupati Kupang dalam memproduksi  garam di Bipolo. Ia berharap Investor yang ingin beroperasi di Bipolo dapat melibatkan masyarakat maupun jemaat yang ada di kabupaten Kupang.

“Kami (Sinode) berharap komitmen bersama sesuai MoU dapat direalisasikan dengan baik dengan prinsip mutualisme. Kami sudah dapat bantuan hasil panen garam ini dua kali sehingga kami sangat berterimakasih kepada PT Persero yang sudah bekerja dan mewujudkan komitmen MoU dengan baik.” jelasnya.

tim

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed