“PT. Fantastik Internasional di Kota Batam Produksi Rokok Ilegal, Rokok H-Mind Diduga Bea Cukai Tutup Mata Enggan Memberantas

Kepri276 Dilihat

“PT. Fantastik Internasional di Kota Batam Produksi Rokok Ilegal, Rokok H-Mind Diduga Bea Cukai Tutup Mata Enggan Memberantas

www.purnamanews.com||Maraknya peredaran Rokok yang diduga Ilegal tanpa pita cukai di Tanjungpinang, Bintan dan Kota Batam masih beredar luas, Dalam penindakan Bea Cukai, Aparat penegak hukum dan Instansi terkait diduga juga dinilai lemah dalam pemberantasan rokok ilegal tersebut.

Adapun rokok yang tidak memiliki pita cukai disebutkan rokok ilegal yaitu seperti H-mind yang dikelola oleh PT. Fantastik Internasional di Kota Batam semakin kian terus memarak di jajaran Kota Batam maupun luar Batam seperti di Bintan, Tanjungpinang dan Karimun.

Tampak banyak peredaran rokok Hmind yang selama ini kita lihat baik di Kios-kios kecil maupun Grosir yang ada di wilayah Bintan, Tanjungpinang dan Kota Batam dengan harga yang di bandrol Perbungkusnya Relatif murah dibanding Rokok resmi yang ada di Pasaran.

Peredaran rokok H-mind di Tanjungpinang dan Kota Batam bukan 1 atau 2 tahun melainkan sudah bertahun-tahun lamanya, Sehingga rokok H-mind dapat mengakibatkan kerugian Negara sebab tidak memiliki cukai.

Baru-baru ini Pemerintah akan menaikan Cukai rokok, Sehingga Sudah tidak terdengar asing lagi bagi masyarakat Indonesia bahwa cukai rokok segera dinaikan oleh Pemerintah, Namun apakah pihak Bea dan Cukai Batam akan membiarkan rokok H-mind tersebut  terus merajalela dengan nilai harganya yang murah sehingga Negara mengakibatkan kerugian hingga Miliaran per Tahunnya.

Bea dan Cukai Batam diduga tampak diam dan enggan untuk melakukan pemberantasan rokok yang tidak dilengkapi Bandrol pita cukai seperti H-mind di Tanjungpinang dan Kota Batam selama ini beredar Luas di seperti sampah yang berserakan.

Sanksi Bagi Pengedar Rokok Ilegal

Pengedar atau penjual rokok ilegal termasuk melakukan pelanggaran yang dapat berpotensi sebagai pelanggaran pidana.

Sanksi untuk pelanggaran tersebut mengacu pada Undang-Undang RI Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai, yang berbunyi sebagai berikut:

Pasal 54 berbunyi: “Setiap orang yang menawarkan, menyerahkan, menjual, atau menyediakan untuk dijual barang kena cukai yang tidak dikemas untuk penjualan eceran atau tidak dilekati pita cukai atau tidak dibubuhi tanda pelunasan cukai lainnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun dan/atau pidana denda paling sedikit 2 (dua) kali nilai cukai dan paling banyak 10 (sepuluh) kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.

Terus dalam, Pasal 56 berbunyi: “Setiap orang yang menimbun, menyimpan, memiliki, menjual, menukar, memperoleh, atau memberikan barang kena cukai yang diketahuinya atau patut harus diduganya berasal dari tindak pidana berdasarkan undang-undang ini dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun dan pidana denda paling sedikit 2 (dua) kali nilai cukai dan paling banyak 10 (sepuluh) kali nilai cukai yang seharusnya dibayar

Hingga berita ini Dipublikasikan, Awak media belum meminta Konfirmasi kepada Bea dan Cukai karana akses yang sangat sulit untuk di jumpai awak media. Konfirmasi terkait dalam hal maraknya peredaran Rokok tampa pita cukai seperti H-mind.

Penulis: Ravi

 

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *