oleh

PROYEK JARINGAN IRIGASI TINGKAT USAHA TANI (JITUT) DI KP. PULO TURI DESA, SUKAHURIP DI KELUHKAN WARGA

PURNAMANEWS.COM, Bekasi – Anggaran yang di keluarkan oleh pemerintah di TA 2018 yang di kelola oleh pihak pemborong membuat warga geram. Dengan hasil kerja proyek yang di Alokasikan di kp. pulo turi Rt 02 Rw 07 desa, sukahurip, kec, Sukatani. tidak sesuai dengan spek. Warga setempat pun melontarkan kata keras kepada pihak pemborong.

Dari pihak salah satu stap pememerintah desa pun ikut melontarkan pekerjaan proyek irigasi yang di alokasikan di kp. pulo turi tersebut. Karena belum berkordinasi kepada pemdes sukahurip, pihak pemborong hanya bisa janji – janji kepada pihak desa. Dan buktinya sampai sekarang belum berkordinasi kepada pihak desa, padahal pekerjaan proyek tersebut hampir selesai pekerjaannya.

Pegawai desa, sukahurip tidak mau di sebutkan namanya kepada awak media. sangat kecewa dan tidak di hargai oleh pelaksana kegiatan atau pemborong, dan saya lihat proyek irigasi tersebut tidak ada papan proyek pekerjaannya. Itu saya anggap bodong, tegasnya saat di minta keterangan oleh awak media PURNAMANEWS.COM

Dari hasil investigasi Sdr, Rahmat ketua DPC LSM BARATU (Barisan Rakyat Bersatu ) kab bekasi. mengatakan, kontraktor kerja tidak sesuai dengan rencana, mulai dari tinggi, hingga tidak terpasangnya plang nama proyek, tapi anehnya para konsultan sebagai mitra kerja Pemerintah malah terkesan Cuek dan membiarkan kecurangan ini dilakukan oleh rekanan kontraktor, Kami menduga ada Main mata dan makan gaji Buta.”tegas Sdr Rahmat”

Adhi.R

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed