oleh

Proyek Jaringan Irigasi Cikoja Diduga Asal Jadi

Purnamanews.com Serang — Guna meningkatkan hasil pertanian khususnya di Kecamatan Baros Kabupaten Serang,pihak pemerintah melalui dinas Pekerjaan umum dan penataan ruang bidang irigasi tengah giat membangun jaringan irigasi.Tujuanya agar masyarakat dapat meningkatkan perekonomian sektor pertanian sebagai mata pencaharian masyarakat.

Namun upaya Pemkab Serang melalui Dinas PU bidang Irigasi terjegal dengan adanya oknum pengusaha yang diberi kepercayaan oleh Pemerintah Kabupaten Serang untuk membangun irigasi, tapi di duga dalam pengerjaan kegiatan irigasi cikoja yang berlokasi di Kp.Sipenganten Desa Panyirapan Kecamatan Baros Serang diduga pengerjaanya asal jadi dan tidak sesuai spek yang di tentukan, seperti halnya temuan wartawan dan LSM LKIN.

Hasil Investigasi lapangan LSM LKIN dan awak media Bungas Banten ,mensinyalir bangunan rehabilitasi irigasi cikoja yang dikerjakan CV.Cahaya Negara dengan anggaran sebesar Rp.182.335.000,00 dengan waktu kerja 90 hari kalender, tapi dalam pengerjaan terkesan asal jadi terbukti dalam pemasangan kedalaman pondasi batu di ragukan ,” ungkap salah satu wartawan saat meninjau lokasi.

Saat dikonfirmasi, salah satu pekerja saat disinggung soal kejanggalan pada pada pengerjaan kedalaman pondasi batu, iapun mengungkapkan bahwa dirinya hanya kuli dan mengerjakan perintah atasanya,mengerjakan matrial yang sudah ada.

Sementara itu, Tim Investigasi Lembaga Kajian Investigasi Nasional (LKIN) Provinsi Banten, Sudiri yang di dampingi rekanya Kajir mengatakan, kejanggalan pada proyek jaringan irigasi cikoja kecamatan baros merupakan bukti lemahnya pengawasan oleh pihak terkait,sehingga dilapangan membuat pihak rekanan mengerjakan proyek irigasi terkesan asal jadi tidak sesuai spek.Begitu juga pihak konsultan pengawas yang saat itu tidak ada di lapangan.

” kami harapkan kepada pelaksana proyek jaringan irigasi cikoja baros cv.cahaya negara untuk lebih profesional dalam mengerjakan konstruksi bangunan irigasi agar sesuai RAB karena bangunan di biayai dari uang rakyat harus bisa memberikan yang terbaik untuk rakyat terutama masyarakat petani.”pungkasnya”.

sarwani/red

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed