oleh

Polresta Tegal laksanakan Operasi Patuh Candi 2020, Penuh Kreatif dan Inovatif

Purnamanews.com Tegal
Tidak dipungkiri, setiap kegiatan operasi yang dilakukan oleh jajaran Polisi lalu lintas, seakan menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat mereka takut dirinya ditilang, Tetapi raaa takut itu tentu bagi pengendara yang tidak surat ijin mengemudi (SIM) STNK maupun kelengkapan kendaraan lainnya, tetapi bagi yang komplit tentu enjoy saja. Operasi Patuh Candi 2020 yang dilakukan secara serentak di jajaran Kepolisian Republik Indonesia pada era pandemi covid 19 ini, dilakukan dengan tindakan secara preventif.

Seperti hal nya yang dilakukan oleh jajaran Polresta Tegal, dalam melaksanakan Operasi Patuh Candi 2020, dilakukan dengan penuh kreatif dan inovatif, dengan mengusung musik calung, tim operasi patuh candi menyambangi tempat tempat publik seperti pasar, stasiun dan tempat keramaian lainnya mereka secara konvoi menggunakan kendaraan roda empat komplit dengan seni musik calung yang membawakan lagu campur sari, didukung sound system yang berdaya tinggi sehingga bisa menjadi hiburan warga maayarakat, apa lagi di acara sosialisi operasi patuh candi 2020 dan himbauan tentang protokol.kesehatan yang dilakukan Poleesta Tegal Kamis 30 Jili 2020 dibagikan masker ke warga.

Disamping menghimbau tertib lalin dan mentaati aturan aturan lalu lintas Ka.Urusan Registrasi dan Identifikasi Polresta Tegal Iptu Bambang Widagdo,SH juga menghimbau kepada warga suoaya menjaga kesehatan dengan memenuhi protokol kesehatan guna memutus mata rantai penyebaran covid 19.

Dalam Operasi Patuh Candi 2020, anggota juga menegur sejumlah pengendara roda dua yang tidak menggunakan helm dan tidak pakai masker. mereka cukup diingatkan dan dikasih masker.

Tapi dalam pantauan Purnamanews ada juga warga yang ngeyel saat diingatkan oleh petugas, alasannya hanya sepeda sepedaan dan rumahnya dekat setelah dibsri pemahaman oleh petugas mereka disuruh kalan dan dikasih masker Mereka ada juga yang disuruh mengucapkan pancasila namun tidak hafal.

Kepada media Waka.Polresta Tegal Kompol Joko Wicaksoni yang memimpin operasi tersebut mengatakan, operasi yang digelar mulai 23 Jili sampai 5 Agustus 2020 bertujuan untuk menyadarkan masyarakat dalam berlalu lintas yang muaranya untuk menekan angka kecelakaan lalulintas. Disisi lain kegiatan ini sekaligus mendukung pemerintah dalam menyadarkan masyarakat agar bisa memutus mata rantai penyebaran covid 19. Kata Joko Wicaksono.

dalam operasi ini sengaja mengangkat kearipan lokal dengan menamplkan group calung untuk menjadi daya tarik. Pungkas Joko

kegiatan yang akan dilakukan 14 hari bersifat prefentif, belum ada penindakan, tetapi kalau ada pengendara yang sifatnya membahayakan orang lain akan ditindak . ” Yah jelas kalau melanggar dan membahayakan orang lain anggota kami akan menindaknya.” Tegasnya

Abiet/red

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed