oleh

Politeknik Negeri Kupang Dukung  Industri Kerajinan Batu Alam NTT


Keterangan Foto: Ketua Program Pengabdian Masyarakat PNK, Adrianus Amheka saat menjelaskan kepada Disperindag Kota Kupang yang di wakili  Kepala Seksi Industri Program, Logam, Mesin Elektronik dan Aneka, Sultan Rifaid terkait proses perajinan batu alam mengunakan mesin pemotong batu yang di berikan PNK.

Kota Kupang, Politeknik Negeri Kupang (PNK) melalui program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPUD) mendukung Industri Kerajinan Batu Alam milik UD. Pesona Batu Alam yang  berlokasi di Jl. RW, Mongisidi II, Fatululi, Kota Kupang sebagai produk unggulan daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menjadi salah satu pilar utama perekonomian rakyat.

Ketua  pengabdian masyarakat Politeknik Negeri Kupang, DR. Adrianus Amheka, S.T, M.Eng kepada media ini di sela-sela kegiatan, Jumat, (14/09/2018) pagi mengatakan bahwa melalui program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPUD) berorientasi ekspor yang dilakukan PNK pada industri kerajinan UD. Pesona Batu Alam selama tiga tahun mampu meningkatkan produktivitas, omzet dan aset pada industri kerajinan.

Permasalahan spesifik yang mereka alami saat ini, lanjut Adrianus Amheka adalah  peralatan konvesional yang di gunakan saat ini yang tergolong tradisional sehingga mengakibatkan hasil produksi batuan serat dan ukuran tidak sesuai yang diharapkan.

Melihat persoalan itu, Kata Amheka,  tim PNK melalui dukungan pendanaan dari Kemenristekdikti berupaya memberikan solusi berupa temuan teknologi produksi seperti; mesin pemotong dan penghalus batu jenis unggulan dan jenis portable sistim rel yang mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas proses produksi yang lebih efektif dan berdaya guna tinggi dengan penekanan pada sisi inovasi yang mudah dimengerti dan dioperasikan oleh UD. Pesona Batu Alam.

“Selain itu pembuatan troli pengangkut batu alam; Pembuatan Mal cetak besi tipe variasi untuk step stone, dan penyediaan mesin Strapping batu kemasan untuk menjaga pengepakan hasil produksi.” Jelas Amheka

Amheka menambahkan, Hasil program PPUD yang di ketuainya  mampu meningkatkan kualitas produk termasuk pemanfaatan produk sampingan selain mampu menstimulasi penjualan dan pemasaran antar pulau dan antara negara tetangga.

“Kita sudah mendukung usaha ini selama tiga tahun, tahun ini adalah tahun terakhir, untuk itu saya sangat mengharapkan dukungan Pemda melaluo Disperindag Kota Kupang terus membantu usaha dagang ini sehingga terus berkembang sebagai wujud tanggunjawab terhadap masyarakat.” Harapnya

  1. [caption id="attachment_3205" align="alignnone" width="3264"] Foto : Hasil produksi kerajinan batu alam bantuan PNK.[/caption]

Menanggapi permintaan PNK untuk terus mendukung UD. Pesona  Batu Alam, Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) yang di sampaikan Kepala Seksi Industri Program, Logam, Mesin Elektronik dan Aneka, Sultan Rifaid mengatakan bahwa Disperindag Kota Kupang siap mendukung UD. Pesona Batu Alam dari segi peralatan produksi.

“Ini usaha yang sangat bagus, setelah dukungan PNK,  Disperindag Kota Kupang akan membantu menyediakan perlatan produksi, tetapi bukan tahun ini yah, pasti tahun depan. Karena, tahun ini kita usulkan dulu anggarannya.” ungkap Sultan.

Terkait program pengabdian masyarakat yang di laksanakan PNK selama tiga tahun dalam mendukung Industri Kerajinan Batu Alam, Sultan berharap PNK bisa menyampaikan kepada Kemenristek Dikti untuk memperpanjang program tersebut.

“Kita apresiasi yah, karena program ini sangat membantu perekonomian masyarakat kita yang selama ini kita belum bisa jangkau tetapi PNK bisa jangkau dan membantu. Kita harap program ini terus berlanjut.” bebernya.

Pemilik UD. Pesona Batu Alam, Edy Purwanto kepada media ini mengaku sangat terbantu dengan program pengabdian  PNK selama tiga tahun yang telah membantu menyediakan peralatan produksi.

“Kita terbantu sekali yah, berkat bantuan PNK kami bisa memproduksi Batu Alam sampai ekspor ke luar negeri. Setelah ini semoga Disperindag tetap membantu kami.” Jelas Purwanto. (Kekson).

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed