oleh

Peserta UNRAS Tidak Ditemui Bupati Sampang, Terkait Adanya Mafia Bansos

Purnamanews.com | Sampang – Pemerintah Kabupaten Sampang tidak menemui PC HMII Sampang saat unjuk rasa di depan kantor Pemkab Sampang terkait dengan Carut Marutnya Penyaluran BPNT / Sembako,07/03/2022.

Dengan adanya carut-marut penyaluran Bpnt atau sembako di Kabupaten Sampang, dengan berbentuk uang sebesar rp600.000 terhadap keluarga penerima manfaat atau KPM periode Januari Februari Maret tahun 2022 yang kian menimbulkan polemik di tengah masyarakat.

Dengan beredarnya informasi bahwa ada kesepakatan oknum pejabat desa untuk melakukan praktek yang bertentangan dengan peraturan yang telah disebutkan PC PMII Sampang menilai bahwa Pemkab dan DPR yang memiliki kewenangan integritas dan otoritas dalam menangani kasus ini yang dilakukan secara terstruktur sistematis dan masif.

M. Nadzir Fatihil meminta Bupati Sampang untuk menemui namun tidak ada respon, dan tidak menemui para aksi, dan di anggap tidak peduli, kepada para aksi,

” Kami meminta kepada menteri sosial untuk turun langsung ke Kabupaten Sampang di mana bahwa Kabupaten Sampang darurat mafia bansos”

Para aksi meminta Menteri Sosial ibu Risma untuk turun langsung ke Kabupaten Sampang supaya tahu bagaimana di bawah bermaen maen dengan bansos.

” Kami berharap ibu Mentri mengetahui dan di tindak,bahwa di Kabupaten Sampang ada mafia bansos, dan sangat merugikan rakyat”.

Perlu diketahui saat PC PMII Sampang meminta Bupati ataupun wakil bupati untuk menemui mereka namun tidak ada tanggapan, para aksi bergeser ke kantor Dewan Perwakilan Rakyat.

(adhon)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed