oleh

Pesan Dirjen Imigrasi Aceh Dalam Rapat Kordinasi Pengawasan Orang Asing

PurnamaNews.com – Pidie Jaya.  Direktorat Jendral Imigrasi Aceh gelar rapat kordinasi pengawasan orang asing di Wisma Amanda lantai dua Pidie Jaya, Rabu (05/9/2018).

Rapat tersebut dibuka oleh Bupati Pidie Jaya melalui asisten 1 bupati, H.M. Syakur.

Hadir juga petugas Imigrasi Provinsi Aceh, para SKPK, anggota polsek Meureudu dan sejumlah wartawan dalam rapat tersebut.

Tujuan Mereka berkumpul untuk membahas serangkaian cara dan kepedulian masyarakat dalam menangani persoalan orang asing yang kian menjamur di Indonesi umumnya dan Aceh khususnya.

Kepala Direktorat Jendral Imigrasi Aceh Swandi, S.Sos dalam sambutannya menjelaskan, dalam menanggulangi persoalan orang asing yang masuk ke Indonesia bukanlah hal yang gampang, mengingat negara kita yang dikelilingi laut.

Dikatakan dia, Mereka terkadang datang sebagai imigran gelap yang masuk via laut dan bermodus nelayan. Kadang-kadang mereka berlabuh bukan lewat pelabuhan biasa, tapi lewat pesisir pantai, terang Swandi selaku Dirjen Imigrasi Aceh itu.

Swandi juga menyebutkan dalam menangani persoalan orang asing jangan dianggap spele atau mudah.

“Saya meminta masalah itu menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat Indonesia,” pintanya.

Mudahnya hadir orang asing di Indonesia, kata Swandi, Sebab mereka bisa saja masuk menyusup lewat pesisir pantai dan disambut oleh para relasinya yang mungkin dijadikan sebagai tenaga kerja di sini. Mereka adalah para imigran gelap yang masuk tanpa pasport apalagi freemik (visa).

Untuk itu, Pihaknya meminta kepada seluruh masyarakat bekerjasama untuk mengawasi mereka dalam menanggulangi masalah tersebut.

“Jika masyarakat melihat ada orang asing, segera laporkan kepada polisi atau petugas imigran. Sebab kehadiran para imigran gelap bukan hanya melanggar UU negara, tapi juga bisa meresahkan masyarakat. Contohnya, seperti terjadi perdagangan manusia (wanita), balita dan lain-lain sebagainya.” ujar Swandi.

Sementara Bupati Pidie Jaya melalui Asisten 1 H.M. Syakur menghimbau kepada masayarakat Pidie Jaya untuk bersama-sama memikirkan persoalan imigran (orang asing) yang ada di Pidie Jaya.

Dia meminta Masayarakat dan petugas kepolisian bersama-sama kompak dan eksis menyelidiki (memeriksa) untuk memastikan status orang asing apakaha masuk dengan cara legal atau tidak.

“Sebagai warga yang taat pada undang-undang dan cinta pada negaranya, tentu kita bersama-sama membantu memantau keberadaan orang asing di daerah kita. Tentu saja membaca kita apa propesi dan kepentingan mereka di sini, yang tentu terdata lewat kantor imigrasi atau dinas kependudukan.

Bukan mustahil, pihak perusahaan juga banyak mempekerjakan tenaga asing yang ilegal. Jika mereka masuk sebagai tenaga kerja (skill) melalui dirjen imigran, ya tentu sah-sah saja karena ada aturan dan batas sampai kapan (orang asing) itu berada di sini. Tapi kalau yang masuk sebagai pendatang gelap, ini yang jadi masalah bagi kita.

“Mari kita bahu-membahu membantu pemerintah dalam menanggulangi persoalan orang asing yang ada di Aceh, terutama para pendatang gelap.” Pinta H.M. Syakur Asisten 1 bupati Pidie Jaya.

Nazar/Red

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed