oleh

Pernak-Pernik Pidie Diluncurkan di PKA

[caption id="attachment_2552" align="alignnone" width="1032"] Buku ini adalah bentuk kecintaan anak-anak muda Pidie terhadap daerahnya. Mereka gelisah Pidie yang kaya adat dan budaya banyak penggalan sejarah yang berharga tetapi sampai kini hampir tidak yang menulisnya[/caption]

PURNAMANEWS – Banda Aceh. Buku Pernak-Pernik Pidie akan diluncurkan pada Rabu (15/8/2018) pukul 14.00 Wib di Anjungan Pidie Taman Sultanah Shafiatuddin Banda Aceh. buku setebal 217 halaman ini membahas Pidie dari aspek kuliner, sejarah, budaya, dan ekonomi.

“Buku ini adalah bentuk kecintaan anak-anak muda Pidie terhadap daerahnya. Mereka gelisah Pidie yang kaya adat dan budaya banyak penggalan sejarah yang berharga tetapi sampai kini hampir tidak yang menulisnya. Ke depan, anak-anak muda harus lebih membudayakan tradisi tulisan daripada lisan. Dengan adanya buku ini diharapkan dapat menyatukan semangat ke-Pidie-an ureung Pidie mewujudkan Aceh yang lebih baik,” sebut Koordinator Forum Aceh Menulis Chapter Pidie Raya, Mustafa Ibrahim Delima di Banda Aceh, Senin (13/8/2018).

Bupati Pidie, Roni Ahmad (Abusyiek) dalam sambutannya mengatakan buku ini sangat penting bagi promosi budaya Pidie. Abusyik menuturkan buku dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat luar, seperti Geudeu-Geudeu, Gua Laweung, Kupiah Meukeutop, dan produk budaya Pidie lain.

“Kami menyambut baik dengan beredarnya buku ini. buku ini sangat bagus untuk memperkenalkan kekayaan kreasi budaya Pidie dan semangat berdagang,” ungkapnua

Founder Atjeh Connection Foundation Amir Faisal Nek Muhammad yang mendukung penerbitan ini dalam sambutannya sangat mengapresiasi hadirnya buku bersampul kupiah Meukeutop.

“Kehadiran buku Pernak-Pernik Pidie tentunya menjadi momentum bagi warga Pidie khususnya dan masyarakat Aceh pada umumnya untuk bisa terus mencintai serta menghormati adat istiadat, budaya dan keindahan wisata yang dianugerahkan oleh Allah SWT, “ sebut pengusaha nasional ini di Jakarta.

Buku ini ditulis secara berjamaah oleh Amarullah Yacob, Arika Husnayanti Aboebakar, Eva Widarti, Jamaliah Thaib, Muhammad Syawal, Mustafa Ibrahim Delima, Muthi’ah Adnan, Nurmalawati, Rahmat Razi Aulia, Riazul Ikbal, T.A Sakti, Umaimah Wahid, Wikan Wistihartati, Zian Mustaqin dengan editor Murizal Hamzah. Buku ini diterbitkan oleh Bandar Publishing di Lamgugob Banda Aceh dengan tata letak dan rancang sampul oleh Eka.
Beberapa tulisan mengupas mengapa mahar gadis Pidie tertinggi di Aceh, asal asal Kupiah Meukeutop dari Tungkop Pidie bukan dari Aceh Barat, sejarah kereta api, dan lain-lain.

Info selanjutnya: Mustafa [08116721109]

(nzr/red)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed