oleh

Pernah Menjadi Peserta PBI, Irma Berharap Pemerintah Tetap Jamin Iuran Masyarakat Tidak Mampu

Purnamanes.com| Aceh Barat Daya – Irma Sufyanti (35) sejak tahun 2019 telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) dengan hak perawatan kelas 1. Saat dikunjungi tim Jamkesnews, pada Jum’at (21/02), Irma membagikan pengalaman-pengalamannya saat menjadi dan menggunakan kartu KIS.

“Sebelum menjadi peserta, pada tahun 2012 saya pernah memiliki pengalaman berobat sebagai peserta umum di salah satu rumah sakit, saya menjalani pemeriksaan laboratorium, konsul dokter, dan obat-obatan saya mengeluarkan biaya yang cukup lumayan mahal sekitar 2 jutaan,” ujar Irma.

Sejak saat itu saya mendaftar sebagai peserta JKN-KIS segmen PBI yang mana iurannya 100% dibayar Pemerintah melalui Anggaran Pembelanjaan dan Pendapatan Daerah (APBD) di Kantor BPJS Kesehatan Kabupaten Aceh Barat Daya. Pelayanan dan proses pendaftarannya menurut Irma cepat sehingga dengan mudah dirinya dan keluarga sudah memperoleh kartu KIS.

Namun pada tahun 2019, Irma mengaku jenis kepersertaannya berubah dikarenakan suaminya sudah bekerja di salah satu perusahaan yang ada di Kabupaten Aceh Barat Daya, dimana sebelumnya segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) berubah menjadi segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) yang mana preminya menurut Irma, 1% ditanggung pekerja dan 4% ditanggung pemberi kerja.

Irma juga menjelaskan, saat menggunakan kartu JKN-KIS, ia tidak perlu lagi mengeluarkan biaya pengobatan sepeserpun baik menerima pelayanan Kesehatan di FKTP maupun di FKRTL.

“Alhamdulillah tidak ada biaya yang saya keluarkan dan pelayanan yang saya terima sudah sangat baik, tidak dibedakan dengan pasien umum lainnya dan dengan adanya pengembangan inovasi-inovasi dari BPJS Kesehatan baik itu sistem antrean elektronik di FKTP dan rujukan onlinenya saat berobat di rumah sakit membuat antrean dan waktu tunggu lebih cepat,” jelas Irma.

Irma mengaku, walaupun saat ini ia sudah tidak menjadi peserta yang iurannya ditanggung 100% oleh Pemerintah, ia berharap agar program yang iurannya ditanggung Pemerintah agar tetap terus ada untuk membantu masyarakat yang kurang mampu sehingga bisa merasakan pengobatan secara gratis tanpa harus ada memikirkan biaya pengobatan yang mahal. (Red) 

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed