oleh

Pengerajin Sepatu Balita Beralih Ke Pengerajin Masker di Desa Randusari Tegal

Purnamanews.com | Tegal – Di tengah Pandemi Covid-19 anjloknya para pengerajin sepatu beralih ke pengerajin masker, itu di rasakan semua para pengerajin home industri di desa randusari kecamatan Pagerbarang kabupaten Tegal Jawa Tengah. Minggu, (5/3/2020).

Laki-laki separuh baya Bapak Pandi asal Bogor Jawa Barat sejak tahun 2011 merantau ke daerah Tegal tepatnya di desa randusari, dengan bermodal sepatu buatannya Pak Pandi menawarkan ke tiap tiap toko yang berada di kota tegal dan hasilnya beliau mendapatkan pelanggan di toko JAYA ABADI dengan Ownernya Pak Erik Budiono asal kota tegal yang menilai produksi sepatu Pak Pandi sangat baik dan bagus, Pak erik budiono langsung memesan tiap perminggu dua kodi sepatu balita dari Pak pandi bahkan karena laku pesat akhirnya pesanannya bertambah tiap seminggu tiga kodi, berkat Pak erik budiono owner toko jaya abadi produksi sepatu Pak Pandi sampai ke luar tegal seperti ke semarang, solo, surabaya dan daerah lainnya.

Produksi sepatu Pak pandi berada di desa randusari dengan di bantu oleh anak istrinya, Pak Pandi menekuni pengerajin sepatu sejak usia 8 tahun waktu itu masih duduk di bangku Madrasah kelas dua, dengan kesibukan bekerja membuat sepatu akhirnya beliau berhenti sekolah dan menekuni membuat sepatu sampai sekarang.

tapi nasib berkata lain sejak adanya wabah virus Corona covid-19 di dunia bahkan sampai ke negeri indonesia dan provinsi/kabupaten/kota dan desa, produksi sepatu mulai anjlok pesat tapi berkat pencerahan dari Pak erik budioni yang sudah du anggap sebagai saudara oleh Pak pandi akhirnya menyarankan agar alih profesi membuat masker karena negara kita dan masyarakat sangat membutuhkan masker, dengan peralihan membuat masker akhirnya Pak pandi di bantu oleh anak istrinya memproduksi masker di rumah tinggalnya.

Berikut wawancara dengan bapak Pandi pengusaha pengerajin masker di desa randusari.

“Cita cita Pak pandi ingin berbagi ilmu yang dimilikinya untuk warga desa randusari bersama sama belajar membuat sepatu balita, membuat sepatu tidak seperti membuat pakaian yang terlebih dahulu membuat kita pola, lain halnya dengan membuat sepatu cukup bahan dan cetakan/ukuran sepatu, dan niat Pak pandi agar ilmunya bisa di turunkan untuk warga desa randusari agar di desa ini menjadi desa central industri sepatu,” ujarnya.

Aliando/Faerus/Red

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar

  1. Mudah mudahan pesanan nya tambah banyak biar semakin banyak yg dipekerjakan terutama tetangga di sekelilingnya, Aamiin Ya Robbal Alamin

News Feed