oleh

Pemkab Aceh Barat Mengelar Confercab XII NU

 

Purnamanews.com, Meulaboh – Bupati Aceh Barat H. Ramli. MS Membuka Konfercab XII Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Aceh Barat tahun 2020 di Aula Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Aceh Barat, Senin (27 Januari 2020). 

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Aceh Barat H. Banta Puteh Syam, Unsur Forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) Kabupaten Aceh Barat, Kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK), Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Abu Tgk H. Mustafa Habli, Lc., dan Abu H. Cut Usman, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang diwakili oleh PBNU Aceh Tengku Asnawi, Ketua Majelis Adat Aceh (MAA), dan para santri perwakilan dari pesantren di Aceh Barat. 

Ketua panitia acara tersebut Dedi Iskandar menyampaikan tujuan diadakannya Konfercab ke XII tahun 2020 di Kabupaten Aceh Barat untuk memilih kepengurusan yang baru tahun 2020-2024 dan menetapkan program kerja untuk 5 tahun ke depan. 

 

Adapun jumlah peserta acara tersebut sebanyak 150 orang yang terdiri dari 10 majelis wakil cabang dan pengurus Kabupaten Aceh Barat “saat ini baru 1 orang yang mencalonkan diri sebagai kandidat NU Aceh Barat yaitu Bapak Bupati H. Ramli. MS, dan nanti kami masih membuka pendaftaran bagi kandidat lain yang ingin mencalonkan diri” kata Dedi. 

Bupati Aceh Barat dalam sambutannya menyampaikan bahwa NU memiliki peran dan kontribusi yang besar mulai dari memperebutkan kemerdekaan di masa penjajahan, perkembangan umat Islam, pencegahan kedangkalan akidah dan kemerosotan moral. 

 

Dikatakannya, NU dapat terus menjadi wadah pemersatu bangsa, mendorong dan mendukung pemerintah daerah (pemda) dalam menegakkan syariat Islam di kabupaten Aceh Barat “semoga dapat memilih kepengurusan baru dan dapat menyusun program kerja 5 tahun mendatang” katanya. 

 

Mengenai pencalonan dirinya sebagai kandidat NU Bupati Aceh Barat berharap jika dirinya terpilih ia dapat menjalankan visi dan misi NU sebagaimana mestinya termasuk persoalan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), menjaga persatuan dan kesatuan umat terutama di Kabupaten Aceh Barat “saya melihat bahwa kepengurusan NU sebelumnya sangat eksis, mereka semua adalah pimpinan dayah dan pondok pesantren yang ada di Aceh Barat dan mereka terlibat dengan berbagai organisasi kemasyarakatan sehingga itu memotivasi saya untuk dapat menjadi bagian NU demi membangun Aceh Barat lebih baik lagi” imbuhnya. 

 

PBNU Aceh, H. Tgk. Asnawi menyampaikan bahwa agenda pemilihan ketua NU di Aceh Barat merupakan akhir dan awal daripada kepengurusan NU, “Aceh Barat merupakan satu-satunya yang menyelenggarakan Konfercab sebelum masa kepengurusannya habis dan saya sangat mengapresiasi pihak penyelenggara acara ini” katanya. 

 

Lebih lanjut PBNU Aceh, H. Tgk. Asnawi menyampaikan organisasi NU adalah mitra pemda, menyusun program kerja dan membantu pemda dalam pembangunan daerah serta ikut mensejahterahkan rakyat “berjuang dengan pemda adalah keharusan, NU akan terus mendukung program pemda yang pro rakyat” tambahnya. 

Tgk Asnawi berharap dalam menyusun kepengurusan NU untuk dapat bersabar dan berbesar hati, penerima amanah jangan dikhianati dan disia-siakan “walaupun saat ini baru ada 1 kandidat tapi didukung oleh seluruhnya. Pemilihan ini tidak dilakukan melalui voting, tapi dipilih oleh ulama atau tuan guru kita, ini merupakan pemilihan siapa yang akan memimpin orang-orang untuk beribadah melalui organisasi ini” pungkasnya.

 

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed