oleh

Pemerintah Aceh Barat Menyerahkan SK Bidan Sewilayah Kerja.

Purnamanews.com, Meulaboh – Bupati Aceh Barat H. Ramli. MS menyerahkan SK Bidan se wilayah kerja Puskesmas dalam Kabupaten Aceh Barat di Aula Dinas Kesehatan Aceh Barat, Rabu (8/1/2020)

Kepala Dinas Kesehatan Aceh Barat Syarifah Junaidah, SKM dalam laporannya mengatakan SK diserahkan kepada 140 orang bidan yang diputihkan pada tahun 2017 lalu yang dulunya adalah bidan PTT yang mulai bertugas mulai tahun 2007 s.d 2015. Syarifah Junaidah mengungkapkan saat masih bidan PTT mereka bertugas di desa selama 24 jam tetapi dengan setelah diputihkan pada tahun 2017 mereka dipindah tugaskan ke Puskesmas dan atas permintaan Bupati H. Ramli. MS mereka dipindah tugaskan kembali ke desa untuk mendukung program Pemkab Aceh Barat dan Pemerintah Pusat guna menurunkan angka kematian ibu hamil dan stunting serta agar mereka mengetahui di desanya berapa jumlah ibu hamil, ibu menyusui, ibu nifas dan anak stunting serta mereka dapat menjadi bidan penanggung jawab di desa wilayah kerja masing-masing.

 

Sementara itu, Bupati Aceh Barat H. Ramli. MS dalam arahannya menyampaikan dirinya sangat memperhatikan bidan, malah bidan banyak ia tempatkan sebagai tenaga struktural seperti Kepala Puskesmas, Kabid dan Kabag di rumah sakit, “karena yang mengerti bidan adalah bidan itu sendiri, begitu juga perawat” katanya. 

Dia menambahkan Pemkab Aceh Barat dibawah kepemimpinannya sangat memperhatikan derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, maka ia berinisiatif mengembalikan kembali bidan desa dari Puskesmas ke desa. 

 

“Bertugaslah di desa, itu bukan beban tapi itu adalah tugas” imbuhnya.

 

Apa yang saya lakukan juga menindak lanjuti arahan dari Kementerian Kesehatan, dimana Bidan yang lulus jalur PTT untuk dikembalikan ke Desa-Desa tempat mereka bertugas selama menjadi PTT. Tambahnya.

 

Lebih lanjut Bupati menambahkan kedepan disetiap gampong akan ia tempatkan Satgas yang tidak dikenali oleh bidan untuk memantau kehadiran bidan di desa.

 

Bupati juga meminta bidan desa agar memfungsikan Pustu, “fasilitas yang belum lengkap di pustu itu bukan alasan untuk tidak tinggal di Pustu” tegasnya lagi 

 

Bupati juga meminta agar bidan untuk berinovasi, seperti mencari cara bagaimana mengajak ibu-ibu ke Puskesmas, membersihkan desa bersama masyarakat.

 

Bupati juga berjanji memberikan bonus kepada bidan yang taat dan berprestasi.

 

Terakhir Bupati menegaskan tidak ada beking-bekingan dalam penempatan tempat tugas bidan desa, apabila ada yang melakukan dirinya tidak segan-segan memindahkan bidan desa tersebut ke desa yang lebih terpencil agar ada efek jera untuk tidak lagi melakukan lagi hal-hal yang salah tersebut.

 

“Jangan sampai ibu-ibu marah dan sakit hati kepada saya karena saya berikan sangsi, tidak ada beking-bekingan, saya tidak mau diprotes oleh masyarakat gara-gara ibu-ibu tidak berada di desa tempat tugas” imbuhnya.

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed