oleh

Pembagian masker dan sembako oleh SATGAS khusus penanganan covid-19 UIN Antasari Banjarmasin jilid II melibatkan perwakilan mahasiswa

Setelah sukses mengadakan kegiatan berbagi sembako sebelumnya, tim satgas penanganan covid-19 UIN Antasari Banjarmasin kembali mengadakan bagi-bagi sembako dan masker kain jilid dua, yang mana kegiatan kali ini melibatkan perwakilan mahasiswa DEMA dan SEMA. Target utama kali ini adalah Dosen Honorer dan Mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin dari luar daerah yang belum pulang kampung atau masih bertahan di Banjarmasin karena beberapa kendala.

Muhammad Syahri Husaini, Ketua Umum DEMA UIN Antasari Banjarmasin pada kesempatan ini juga ikut berperan terjun kelapangan dalam pembagian sembako dan masker, dia mengatakan sangat bersyukur pada kegiatan ini mahasiswa juga dilibatkan langsung turun tangan, yang mana sebelumnya kegiatan ini hanya dilaksanakan oleh pegawai-pegawai kampus yang sebelumnya telah dibentuk tim satgas penanganan covid-19 UIN Antasari tanpa melibatkan mahasiswa.

Syahri juga menjelaskan bahwa dana ini di dapatkan bukan langsung dari dana kampus akan tetapi dana yang diperuntukan untuk sembako ini berasal dari inisiasi beberapa dosen kampus yang suka rela menyisihkan sedikit uangnya untuk pembelian keperluan lainnya.

“saya sangat kagum dengan langkah beberapa dosen yang telah bersedia membantu menyisihkan sedikit rezkinya untuk dibelikan sembako dan masker yang bakal di berikan kepada Dosen Honorer serta beberapa mahasiswa, dan saya sangat berharap ada dana khusus yang dikeluarkan oleh pimpinan kampus dalam menyikapi kegiatan kali ini agar dana yang di hasilkan maksimal tidak hanya dari inisiasi beberapa dosen saja dan pembagiannya pun nanti bisa dibagi ke luar kampus atau kalangan masyarakat umum yang membutuhkan,” tutur Syahri.

Muhammad Aditya Hariyadi, Ketua Umum DEMA Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin juga salah satu perwakilan mahasiswa sebagai satgas penanganan covid-19 juga angkat bicara tentang kegiatan kali ini.

Adit mengatakan kegiatan seperti ini sangat positif melihat pada situasi kali ini semua orang harus turun tangan saling membantu dan bergerak untuk sesama.

“ini bentuk kegiatan yang sangat positif dilakukan karena pada dasarnya di tengah wabah seperti ini kita harus saling bantu membantu dan bergerak untuk sesama selagi bisa. Kemudian untuk pejabat dan jajaran tinggi kampus agar kiranya kegiatan seperti ini tidak hanya dilaksanakan ketika adanya wabah covid-19 namun kami sangat mengharapkan kegiatan semacam ini terus berjalan kedepannya. Kami dari mahasiswa sangat mengapresiasi dengan adanya kegiatan seperti ini yang dilaksanakan oleh dosen,” jelas Adit.

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed