oleh

Pekikan dan Teriakan “Allahu Akbar.” Pagi itu, Lombok Yang Tenang Berubah Jadi Penuh Tangisan

[caption id="attachment_2095" align="alignnone" width="720"] Pekik ketakutan terdengar berbaur dengan teriakan “Allahu Akbar.” Pagi itu, Lombok yang tenang berubah jadi penuh tangisan.[/caption]

PURNAMANEWS – Lombok. Minggu subuh, 29 Juli 2018, ketika sebagian warga masih lelap dalam tidur, guncangan keras membuat warga Lombok terbangun kaget. Mereka berhamburan dan berlarian ke luar rumah mencoba menyelamatkan diri. Suasana yang hening pecah seketika. Pekik ketakutan terdengar berbaur dengan teriakan “Allahu Akbar.” Pagi itu, Lombok yang tenang berubah jadi penuh tangisan.

Gempa dengan kekuatan 6,4 Skala Richter melanda wilayah Lombok, Bali, dan Sumbawa pada pukul 05.47 WIB. Gempa tersebut menimbulkan korban jiwa dan kerusakan bangunan. Menurut laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, hingga pukul 14.00 WIB, korban jiwa sudah mencapai 14 orang, 162 orang terluka, dan lebih dari 1.000 rumah rusak dengan 41 diantaranya rusak berat.

Salah seorang korban tewas adalah warga negara Malaysia. Menurut keterangan dari Kapolres Lombok Timur AKBP M Eka Fathurrahman, WN Malaysia tersebut adalah seorang wisatawan. Ia baru turun dari gunung Rinjani bersama 18 rekannya pada malam hari dan beristirahat di rumah warga. Lima diantara mereka juga terluka. “Jadi korban baru turun dari Rinjani, dan beristirarat di rumah penduduk setempat ketika terjadi gempa. Ia mendaki bersama 18 temannya, dan lima diantaranya juga terluka,” ujar AKBP Eka.

Pihak BPBD terus meminta warga tak berada di dalam rumah karena gempa susulan masih terasa. Bahkan salah satu gempa susulan masih terasa kuat, yaitu 5,7 Skala Richter. “Saat ini seluruh warga kami imbau untuk tetap berada di luar rumah, mereka kami tempati di tenda-tenda darurat. Situasi masih tidak stabil karena masih terus terjadi gempa susulan,” ujar AKBP M Eka saat diwawancara tvOne, Minggu siang, 29 Juli 2018.

Dua kabupaten yang terdampak gempa adalah Lombok Timur dan Lombok Utara. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan Lombok Timur terdampak gempa paling parah. “Dampak terparah dari gempa terdapat di Kabupaten Lombok Timur. Sebanyak 11 orang meninggal, 67 orang luka berat dan ratusan jiwa luka sedang dan luka ringan. Kerusakan rumah mencapai lebih dari 1.000 unit rumah baik rusak berat, rusak sedang, dan rusak ringan. Pendataan masih dilakukan,” katanya.

Gempa Lombok

Sementara untuk di Kabupaten Lombok Utara, terdapat empat orang meninggal dunia dan 38 jiwa luka berat. “Data sementara kerusakan rumah terdapat 41 unit rusak berat, 74 unit rusak sedang dan sisanya rusak ringan,” katanya. Sutopo menambahkan, sekitar 6.237 KK menjadi korban gempa.

Selain Kabupaten Lombok Timur dan Lombok Utara, beberapa laporan kerusakan rumah juga terdapat di Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Sumbawa Barat, dan Kota Mataram. Pendataan masih dilakukan oleh BPBD.

(tim/red)

Baca Sumber

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed