oleh

PDI Perjuangan Takut Kalah: Dekati Kembali Pemilih Kalangan Islam

[caption id="attachment_2492" align="alignnone" width="552"] Jokowi memutuskan bahwa KH Maruf Amin (75 tahun) yang akan mendampingi Jokowi dengan harapan mampu[/caption]

PURNAMANEWS – Jakarta. Rasamya, hanya mimpi besar bila politisi ingin jadi wakil Presiden. Meski sampai siang tadi nama Mahfud MD masih digadang-gadangkan sebagai Cawapres Jokowi, namun akhirnya semua kecele.

Menurut Hans Suta dari Ikatan Polisi Mitra Masyarakat Indonesia (IPMMI) pada Jumat(10/8) di kantor DPP-IPMMI, Jalan Kodam Raya 6,Jakarta, Jokowi memutuskan bahwa KH Maruf Amin (75 tahun) yang akan mendampingi Jokowi dengan harapan mampu: KUNJUNGI SPONSOR=>

*Pertama*, meredam gerakan wahabi yang makin meluas saat ini.

*Kedua*, pilihan kepada Ma’ruf Amin agar tidak membuat PDIP anjlok suaranya. Bukankah selama ini PDIP dikenal sekuler dan pernah Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengaku tidak kuatir ditinggal pemilih dari kalangan umat Islam? Disamping itu bila dipilih Muhaimin, Mahfud MD atau lainnya maka partai – partai lain lah yang akan membesar. Ini sangat ditakuti Megawati.

*Ketiga*, KH Maruf Amin diharapkan mampu menjawab tantangan bangsa Indonesia saat ini, yaitu radikalisme, politik sektarian, ekstrem kanan.
Jokowi belajar dari fenomena Perancis yang akibat maraknya terorisme. Imigran Timur Tengah di Jerman menyibukkan pemerintah setempat akibat sektarian agama. Termasuk Singapura yang cerdas
menunjuk Halimah Yacob sebagai presiden muslim pertama di Singapura adalah demi mengakomodasi umat Islam yang selama ini terkesan tertinggal di Singapura.

*Keempat*, intinya Jokowi tengah membuktikan bahwa ia figur yang dekat umat Islam dan Ulama.
*Kelima*, mampu */memberikan labelisasi halal/* kepada seluruh caleg koalisi yang mendukung Jokowi. Sehingga upaya membenturkan umat dalam kebimbangan memilih terjadi begitu sempurna.

Sekarang tinggal Prabowo, apakah ia mampu memilih cawapres yang mengakomodasi generasi milineal (usia 17 sd 35)? Para pendukung Prabowo pastinya akan bekerja keras memenangkan pertarungan ini. Pengaruh HRS lambat laun semakin memudar dengan banyaknya aksi belah bambu di kalangan internal koalisi dan alumni 212 yang tidak mampu menyadarkan umat akan hakekat musuh utama saat ini : Komunis Cina yang sangat dominan menguasai investasi di tanah air belakangan ini.

Pernyataan Hans Suta juga sempat diutarakan saat diskusi Publik di Hotel Ibis(budget) Cikini pada Selasa (7/8) siang.

(hst/red)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed