oleh

Para Petani Desa Sukadaya Bendung Aliran Sungai, Antisipasi Air Asin Mengaliri Ke Persawahan

PURNAMANEWS.COM,BEKASI – Masyarakat Desa Sukadaya, warga dusun 02 bersama warga dusun 03, bergotong-royong membendung sungai guna mengangkat volume air agar bisa mengaliri lahan persawahan mereka. Hal ini dilakukan warga sudah yang ke empat kalinya dilokasi yang berbeda, mengingat kemarau yang begitu panjang dan sungaipun mulai mengering. Pasang air sungaipun sudah berubah warga khawatir akan datangnya air asin yang mengaliri ke persawahannya. Minggu (21/07/19).

Koyun, seorang warga mengatakan, pembendungan air yang dilakukan warga seolah menjadi peraturan tersirat namun tidak tersurat. Dari kesadaran warga, dengan bergotong royong membangun irigasi tradisional yang sudah turun temurun dari nenek moyang mereka. Pembendungan sungai sendiri dilakukan secara berkala, sehingga air tetap stabil masuk ke persawahan masyarakat.

 

“Pembuatan irigasi seperti ini, merupakan kebiasaan masyarakat sejak puluhan tahun lalu dan tetap kami lestarikan hingga sekarang. Kegiatan ini, kami bersama warga bergotong-royong dengan alat seadanya untuk membendung sungai agar bisa mengaliri lahan persawahan kami,” tuturnya

Lokasi terpisah, Dapin yang merupakan kepala dusun 02 mengungkapkan, “warga sangat bergantung pada aliran sungai, manakala memasuki musim kemarau. Irigasi tradisional yang dibangunnya secara swadaya tersebut, mampu mengaliri air dalam dua musim tanam padi. Gotong-royong ini kita lakukan bersama warga dusun 02 dan warga dusun 03”.ucapnya saat ditemui Awak Media Purnamanews.com dilokasi.

 

Berbeda, Sartija Arizona Kepala Desa Sukadaya juga menjelaskan, gotong-royong yang ke empat kalinya membendung sungai ini juga untuk mengantisipasi datangnya air asin, karena pasang aliran air sungai sudah mulai berbalik. Yang tadinya aliran sungai dari timur kebarat sekarang jadi sebaliknya.

“Saya berharap kepada masyarakat sukadaya agar giat melakukan gotong-royong, terutama soal irigasi demi lancarnya pertanian didesa kita, agar tidak gagal panen atau fuso.”tegasnya

(Kabiro,Cemat/Red)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed