oleh

Para Pedagang Daging Ulee Gle Keluhkan Tempat Yang Diterapkan Pemerintah

PurnamaNews.com – Pidie Jaya. Pedagang Daging Meugang Ulee Gle, Bandar Dua, Pidie Jaya, mengeluh dagangannya anjlok dan bahkan tidak laku.

Mereka beralasan selain masyarakat tidak ada uang juga lokasi yang diterapkan pemerintah kurang strategis. Hal itu diungkapkan salah seorang pedagang daging Ulee Gle kepada media PurnamaNews.com ini, Selasa, (21/8/2018).

Menurut pantauan wartawan ke lokasi pasar Daging Ulee Gle, para pedagang merasa sangat kecewa. Ada 150 ekor lembu dan kerbau yang dipotong di pasar Ulee Gle dengan kondisi harga yang dari pagi dijual sesuai intruksi pemerintah, yaitu Rp.170.000-180.000/kg kurang diminati pembeli.
Bahkan menjelang Shalat Dhuhur, pembeli semakin sepi. Padahal harga sudah dratis diturunkan.

Salah satu pedagang, Ismail yang telah memotong satu ekor lembu dengan harga Rp. 17.000.000, namun sampai jam 13.25 WIB, dagangannya belum laku 50%. Bahkan harganya sudah turun menjadi Rp. 120.000/Kg.

“Untuk kali ini, kami dari pedagang total rugi. Bahkan dagangan kami belum laku 50%, padahal harga sudah bervariasi. Ada yang jual Rp.130,120,bahkan ada yang jual Rp.100 ribu. Apa boleh buat. Yang namanya dagang, ya ada untung dan juga ada rugi.

Namun kendala yang kami rasa, selain masyarakat yang ekonominya kurang, ditambah lagi mereka akan menunggu daging kurban besok, juga tempat amat tidak strategis. Lebih baik lokasi daging meugang dikembalikan pada tempat semula.” kata Ismail sambil menunjuk ke arah lokasi lama.

Red

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed