oleh

Pak Apit Beserta Masyarakat Mendistribusikan Program KPM PKH Dari Pemerintah

Lebak Banten – purnamanews.com. Minggu 10/3/2019, jam 13.00 wib, team dari media purnamanews menyambangi kediaman pak Apit Iksan Maulana,SPD, kampung Duraenn desa binuangen kec. wanasalam Kab. Lebak Provinsi Banten.

Dalam menjalankan pekerjaan nya  sebagai pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dari pemerintah yaitu  Kementrian Sosial, untuk wilayah desa sukatani dan desa c pecang Kec. Wanasalam Kab. Lebak Provinsi Banten bersama aparat desa dan kecamatan juga masyarakat sekitar sangat membantu, untuk para masyarakat yang sangat membutuhkan.

“Pak Apit menjelaskan bahwa program ini harus disalurkan dengan tepat  sasaran yaitu melakukan peninjauan langsung kepada masyarakat yang berhak mendapatkannya,” dalam penjelasan nya kepada team purnamanews.com, kang Apendi.

Pak Apit tidak segan – segan memberikan himbauan bagi masyarakat yang sudah di bilang tidak lagi berhak atau sudah mampu untuk tidak lagi mendapatkan batuan PKH. Beliu langsung mengajukan surat pengunduran diri bagi masyarakat yang mampu, jadi tidak semua masyarakat yang mendapatkan program PKH.

Menurut pak Apit, masih banyak masyarakat yang tidak mampu, yang membutuhkan bantuan PKH. Dan dalam tinjauan team dari media purnamanews, masyarakat merasa senang dan merasa sangat terbantu dengan adanya program PKH ini dan juga merasa sangat senang melihat kinerja kerja pak Apit yang kooperatif terhadap masyarakat.

Pak Apit juga di luar dari pekerjaan nya yaitu menjalankan program PKH, beliau juga senang membantu masyarakat yang kurang mampu, contoh salah satu warga yaitu ibu muna yang tinggal di kampung tanjolaya Desa sukatani Kec.wanasalam Kab. Lebak provinsi Banten, ibu munah yang tadinya tidak memiliki rumah karena akibat dari perceraian dengan suaminya, tidur ditempat yang tidak layak untuk  dihuni, ibu Muna juga termasuk warga yang terbantu dengan adanya program KPM PKH binaan pendamping PKH beliau.

Dengan hasil peninjauan dan kebijakan pak Apit selaku pendamping, mengambil  tindakan untuk membantu bu muna membuat rumah sederhana untuk ditempati bersama kedua anaknya, bersama-sama dengan masyarakat dan pihak kecamatan untuk membangunkan rumah bu muna.

Pak Apit juga mengarahkan dan mensosialisaikan masyarakat untuk membuat kerajinan keterampilan tangan dari bahan sampah yang tidak berguna menjadi kerajinan tangan yang siap dijual, menghasilkan uang dan membantu perekonomian masyarakat Mekar Jaya.

“Alhamdulilah sampah olahan sudah ada yang memesan dari luar kota, dan harapan pak Apit untuk PKH kedepannya supaya tepat sasaran dan program pemerintah Kementrian sosial untuk membantu keluarga yang tidak mampu terus berlanjut,”ini harapan pak Apit, di akhir penjelasan kepada team media purnamanews.com.

Red/Apendi

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed