oleh

OTT ACEH : Pro-kontra JC (Justice Collaborator) Hendri Yuzal 

PURNAMANEWS – ACEH. Operasi tangkap tangan yang dilaksanakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di dua lokasi di Aceh, Banda Aceh dan Bener Meriah, 3 Juli 2018, menimbulkan beragam cerita di kalangan warga.

Prokontra pun bermunculan ketika pria muda nan gagah itu menyatakan siap menjadi saksi mahkota untuk mengungkap gunung es dugaan penyelewengan dana otonomi khusus di Aceh ini.

Nama Hendri Yuzal semakin kencang dibicarakan setelah muncul berita,dia akan menjadi justice collaborator dalam kasus dugaan suap penggunaan Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) atau Dana Otsus tahun anggaran 2018.

Publik di Aceh kemudian bertanya-tanya tentang asal usul Hendri Yuzal yang kerap terlihat bersama Irwandi Yusuf semenjak dilantik sebagai Gubernur Aceh, 5 Juli 2017.

Di dalam jejaring sosial, LinkedIn (jejaring sosial untuk profesional yang memiliki latar belakang bisnis), tertulis, Hendri Yuzal telah menjadi Staf Khusus Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, sejak Juli 2017.

Selama ini Hendri Yuzal dikenal sebagai sosok yang kalem, santun, dan supel dalam pergaulan.

Sikapnya yang jauh dari sombong dan cepat akrab dengan orang-orang yang menjadi tamu Irwandi, membuat dia jarang menjadi sasaran kemarah orang-orang yang kecewa dengan keputusan Irwandi Yusuf.

Tetapi dari sejumlah informasi, diketahui Hendri Yuzal merupakan putra asli Aceh.

Segudang prestasi dan pengalaman kerja yang disandangnya, banyak pihak yang merasa prihatin dengan status tersangka kasus dugaan korupsi yang kini disandang Hendri Yuzal.

Sebelum itu, masih berdasarkan profil yang tertulis di LinkedIn, master lulusan University of Hawaii at Manoa ini telah malang melintang di banyak organisasi dan lembaga bonafit.

Hendri juga tercatat pernah bekerja sebagai Liaison Officer di Departemen Keuangan (April 2009-Juli 2009), Petugas Monitoring dan Evaluasi di Bappenas (2009- 2011), dan sebagai Project Consultant di UNDP Banda Aceh (Januari 2012-Juni 2012).

Tidak hanya itu, Hendri juga pernah menjadi Asisten Program R3ADY Asia-Pacific, Honolulu, Hawaii (Maret 2014-Agustus 2014), Project Consultant di Mercy Corps Jabodetabek (September 2014-November 2014), dan EU Expert on Disaster Management European Commission, Jakarta Pusat (Desember 2014-Agustus 2016).

(hgn/red)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed