oleh

Murid SD Lumpuh Usai Disuntik Vaksin MR Di Pidie

[caption id="attachment_2462" align="alignnone" width="1280"] Saat itu, keluarga korban telah merencanakan melaporkan perawat yang menyuntik Helmi, dan Pihak sekolah ke ranah hukum, namun rencana itu batal karena mereka mau bertanggung jawab[/caption]

PURNAMANEWS – Pidie. Diduga akibat imunisasi campak dan rubella, T. M Helmi (10) mengalami kelumpuhan. Kedua kakinya menjadi lemah dan tidak bisa digunakan untuk berjalan.

Akibat kejadian itu, keluarga merencanakan melaporkan kasus itu ke Mapolres Pidie. Kejadian ini terjadi pada 01 Agustus 2018. Saat itu Helmi mendapat suntikan MR di sekolahnya Sekolah Dasar (SD) Gampong Pasi Rawa, Sigli, oleh beberapa petugas Puskesmas Kota Sigli, Pidie.KUNJUNGI SPONSOR=>

“Saat itu, keluarga korban telah merencanakan melaporkan perawat yang menyuntik Helmi, dan Pihak sekolah ke ranah hukum, namun rencana itu batal karena mereka mau bertanggung jawab,” kata Ali Basyah paman Helmi, melalui jaringan seluler kepada awak media Purnamanews.com Sabtu (10/8/20018).

Kondisi Helmi saat ini semakin melemah meskipun sudah mendapat perawatan medis dari RSU Tgk Chik Di Tiro, terlihat kedua kakinya bergetar jika ditekuk. Sudah sekitar 10 hari dia tidak bisa melanjutkan sekolah dan mengaji lagi.

“Helmi ingin bisa jalan lagi untuk pergi ngaji dan kembali sekolah,” kata Ali Basyah dengan nada sedih.

“Keluarga korban berharap pihak sekolah dan Puskesmas Kota Sigli mau bertanggung jawab, kata Ali Basyah, jika tidak, keluarga korban akan melaporkan kasus ini ke polisi dengan pasal kelalaian yang menyebabkan orang lain cacat.”

Hingga berita diturunkan, kondisi Pasien Helmi semakin memburuk dan terpaksa di tolak ke RSU ZA Banda Aceh.

(Nazar/Redaksi)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed