oleh

Mulyadi GMNI Aceh Tengah: “Kami Sepakat Dengan Mendagri Tolak Qanun Bendera”

PurnamaNews.com -Aceh Tengah. Terkait dengan beredar Surat dari Kementerian Dalam Negeri terhadap Pembatalan Qanun Aceh nomor 3 Tahun 2013 tentang Bendera dan Lambang Aceh mulyadi mempertanyakan tentang kepura -pura pemerintah aceh tentang ketidak tauan tentang hal ini

Karna Dalam surat Kementerian Dalam Negeri yang bernomor : 188.34/2723/SJ tertanggal 26 Juli 2016, Perihal Pembatalan Qanun Aceh Nomor 3 Tahun 2013 tentang Bendera dan Lambang Aceh itu, memang tidak mewakili semua golongan yang ada di aceh, dan secara logika tidak mungkin elit politik yang ada di aceh tidak tau hal ini karan surat ini di keluarkan tiga tahun yang lalu.

Kemudian dalam surat itu, dilampirkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor: 188.34-4791 Tahun 2016 tentang Pembatalan Beberapa Ketentuan dari Qanun Aceh Nomor 3 Tahun 2013 tentang Bendera dan Lambang Aceh, terkesan janggal karena ada tembusannya ke DPR Aceh tapi sejak dikeluarkannya sampai saat ini DPR Aceh belum menerima surat tersebut ini kan mustahil apabila surat tersebut sudah di tembusakan ke lembaga tersebut kemudian orang yang berada dalam lembaga tersebut tidak tau ini kan naif.

“Ini adalah pengkhianatan terhadap Aceh dan pengkhianatan terhadap perdamaian Aceh, pengkianatan terhadap MoU dan UUPA, katanya ! penghiatana seperti apa ? dan siapa yang berkhianat ? saya menduga elit elit politik aceh yang menghianati rakyatnya sendiri, ini di buktikan dari banyaknya sanggahan dan perotes terhadap penolakan terhadap bendera dan lambang tersebut karna tidak mewakili semua pihak yang ada di aceh, lebih baik bagai mana memikirkan Aceh untuk terhindar dari Kemiskinan.

Oleh karena itu, kita dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GmnI) cabang Aceh Tengah berharap kepada pemerintah Aceh untuk stop menakut nakuti rakyat aceh dengan isu konflik,
dengan mengatasnamakan kepentingan rakyat dan atas munculnya surat tersebut kita tau siapa yang sebenarnya berbohong terhadap Aceh ini.

Sebaiknya janganlah membahas tentang bendera atau lambang yang menyerupai lambang separatis, alangkah bagusnya apa bila Lambang yang menyerupai lambang separatis di gantikan dengan lambang kejayaan Aceh guna mempersatukan Rakyat Aceh dengan bentuk dan warna yang tidak menyerupai lambang separatis seperti Alam Peudeng yang merupakan simbol kejayaan Aceh di masa lampau. pungkas Mulyadi.(Charim/Red)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed