oleh

Mulai Tanggal 1 Januari 2020 Harga Rokok Resmi Naik Sebesar 35%

Dalam rapat tersebut, pemerintah memutuskan untuk menaikkan tarif cukai rokok efektif.

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan menetapkan tarif cukai tembakau (CHT) atau cukai rokok sebesar 23 persen.

Keputusan tersebut berdampak pada harga jual eceran (HJE) yang naik sebesar 35 persen.

Adapun aturan ini telah dituangkan dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 152/PMK.010/2019 tentang Perubahan Kedua atas PMK Nomor 136/PMK.010/2017 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan pertimbangan di balik kebijakan ini Yakni untuk mengurangi konsumsi, mengatur insdutri rokok, serta meningkatkan penerimaan negara.

Tarif CHT Sigaret Kretek Mesin (SKM) naik sebesar 23,29 persen.

Lalu Sigaret Putih Mesin (SPM) naik 29,95 persen, dan Sigaret Kretek Tangan (SKT) atau Sigaret Putih Tangan naik 12,84 persen.

Sementara, jenis produk tembakau seperti tembakau iris, rokok daun, sigaret kelembek kemenyan, dan cerutu tidak mengalami kenaikan tarif cukai.

Beredar harga rokok
Belakangan di media sosial dihebohkan dengan beredarnya daftar harga rokok setelah mengalami kenaikan.

Seorang warganet mengunggah rincian daftar harga rokok tersebut di Twitter.

Dalam daftar tersebut, tertulis bahwa harga rokok bisa mencapai Rp 50 ribu.

Sementara yang paling murah harganya berkisar Rp 30 ribu.

Namun, kabar yang beredar tersebut diklarifikasi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sebagai berita hoaks.

Bagas/ass.red
Info diambil dari direktorat jenderal bea dan cukai(DJBC) Jakarta
Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed