oleh

Modus Pura-pura Cari Orang Pintar, 2 Pelaku Hipnotis Diringkus Polisi

Purnamanews.com | Bekasi – Peristiwa berwal dari seorang pria yang sedang memancing di Harapan Indah, Medan Satria, kehilangan sepeda motornya, usai bertemu dengan orang yang tak dikenal beberapa waktu lalu.

Saat itu, M sedang asyik memancing di sebuah rawa dekat Transera Waterpark, tiba-tiba dia dihampiri oleh orang yang tak dikenal.

Dikatakan Kapolsek Medan Satria, Komisaris Agus Rohmat, pada waktu itu pelaku S (40) meminta tolong kepada korban agar diantar mencari orang pintar alias paranormal, dan korbanpun mengiyakan ajakan pelaku.

“Di dalam perjalanan, pelaku S bilang kalau anak bosnya sedang sakit, akibat diguna-guna oleh mantan karyawan yang sakit hati karena dipecat,” kata Kapolsek Medan Satria, Komisaris Agus Rohmat kepada media, Minggu (12/01/20).

Lanjut Kapolsek, kemudian mereka bertemu dengan pelaku lainnya AN (63) yang berperan sebagai paranormal, di belakang masjid daerah Tanah Apit. Hal tersebut berjalan sesuai rencana, AN meminta korban dan pelaku S memetik 2 tangkai bunga mawar. Salah satu tangkai bunga itu harus diinjak terlebih dahulu oleh orang yang lebih muda.

Sambungnya, Karena usia korban jauh lebih muda dibandingkan S, maka korbanlah yang diminta menginjak. Ternyata, lokasi tempat bunga mawar berada sudah diketahui. Korban dan S ke sana, di sekitar Ruko Regency Harapan Indah.

“Pada saat mencari bunga mawar, korban selalu nurut bahkan diminta untuk menginjak bunga mawar dirinya tidak menolak,” paparnya.

Saat korban menginjak setangkai bunga mawar, S berdalih hendak mengantar setangkai yang lain terlebih dahulu kepada AN. Sementara itu, korban dilarang melepas injakan dari tangkai bunga mawar itu. S pergi dengan motor Honda Beat milik korban.

“Selama menginjak bunga mawar itu korban tidak sadar, dia baru benar-benar sadar setelah 30 menit kemudian dan langsung kebingungan,” katanya.

Dalam keadaan kebingungan, korban lalu mendatangi kembali lokasi tempat bertemu pelaku AN.

“Di TKP tempat bertemu orang pintar itu korban tidak menemui siapa-siapa karena pelaku sudah kabur,” katanya.

Korban sadar, bahwa dia menjadi korban hipnotis sehingga sepeda motornya hilang, dan keesokan harinya dia melapor ke Polsek Medan Satria.

Di kantor polisi, korban menyebutkan ciri-ciri pelaku. Anggota pun langsung mengumpulkan informasi untuk mencari keterangan lebih lanjut.

Setelah berhasil mendapatkan identitas pelaku, polisi mengejar pelaku ke bilangan Bintarajaya, Bekasi Barat.

“Kita akhirnya berhasil meringkus kedua pelaku di sebuah kontrakan di Bintarajaya, Bekasi Barat, pada Kamis 9 Januari 2020,” jelasnya.

Dirumah kontrakan yang mereka tempati ada motor korban yang belum sempat dijual. Dan kini mereka berdua harus mendekam di sel tahanan Mapolsek Medan Satria. Mereka dijerat Pasal 378 Pasal 372 KUHP tentang Penipuan dan Penggelapan dengan hukuman hingga 9 tahun penjara.

(Cemat BP)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed