oleh

MIN XI Meulaboh,Memperkenalkan Wirausaha Pada Siswa

Purnamanews.com, Meulaboh -Pagi tadi halaman MIN /XI Meulaboh Aceh Barat,  tampak ramai. Beberapa siswa hilir mudik menyiapkan barang-barang. Para siswa kelas VI sedang menata makanan di meja-meja yang sudah ditata rapi. Hari ini kami akan belajar tentang potensi kekayaan alam yang dikaitkan dengan kegiatan ekonomi di masyarakat. Salah satunya dengan makanan khas daerah yang diperjualbelikan pada acara bazar di sekolah.sabtu 15/11/19.

Janati(Wali kelas), Dalam pembelajaran ini, siswa belajar potensi kekayaan alam Indonesia melalui produk-produk yang dijual dalam bazar, berinteraksi manusia dengan lingkungan sosialnya, dan belajar bazar merupakan salah satu dari banyak bentuk kegiatan ekonomi dalam masyarakat. Bazar juga merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk menanamkan nilai-nilai wirausaha pada siswa. Nilai-nilai tersebut diantaranya percaya diri, kreatif, inovatif, dan mandiri.

 

Kegiatan diawali dengan pemberian tugas kepada siswa untuk menyediakan makanan . Saya membagi siswa menjadi lima kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari tujuh siswa. Masing-masing kelompok ditugaskan untuk membuat produk sehat , dikemas menarik, dan juga membuat iklan semenarik mungkin.

Di hari pelaksanaannya, setiap kelompok membuat lapak Bazar dengan cara menyusun 1-2 meja di halaman sekolah. Mereka bekerja sama menata produknya semenarik mungkin. Transaksi jual beli terjadi, setiap siswa berinteraksi satu sama lain untuk menjual barang dagangannya. Pembelinya adalah warga sekolah seperti kepala sekolah, guru, staf sekolah, para siswa dari kelas lain yang sedang beristirahat. Saya memperhatikan pada saat kegiatan berlangsung siswa belajar berhitung, bersosialisasi, memupuk keberanian ketika melakukan jual beli, bertanggung jawab dan mandiri.

 

Jenis produk yang dijual oleh siswa juga beragam. Ada kue, poding, jasuke,daun bayam goreng (dll). Misalnya kue podind. Anak-anak mencatat bahan yang digunakan untuk membuat makanan, sehingga mereka dapat mengidentifikasi kekayaan alam yang ada di daerah kami.

 

Di akhir kegiatan, kami semua kembali ke kelas. Di dalam kelas, siswa membuat perhitungan untung rugi dengan membuat pejumlahan dari semua barang yang terjual hari itu dengan modal yang dikeluarkan. Siswa juga membuat laporan tentang hal-hal menarik yang mereka amati dan temukan selama Bazar. Perwakilan kelompok mempresentasikan laporannya.

 

“Janati(wali kelas) Kemudian kami menyimpulkan bersama poin-poin penting dari kegiatan bazar. Beberapa hal yang kami temukan adalah pembeli mau membayar barang karena dia membutuhkan barang tersebut. Hal ini memperlihatkan bahwa kegiatan ekonomi dilakukan untuk memenuhi kebutuhan.

 

Dalam Bazar ada penjual dan pembeli, keduanya disebut pelaku ekonomi. Dari iklan yang dibuat oleh siswa, anak belajar bahwa iklan merupakan produk memperkenalkan suatu barang dengan menarik agar calon pembeli tertarik dan mau membeli.

 

 Anak-anak juga mengungkapkan bahwa rasa percaya diri dan kemandirian mereka terasah saat berkomunikasi dengan para pembeli hari itu. Daya kreatif dan inovasi anak dikembangkan dengan menciptakan kratifitas anak. 

 

Kami belajar mengembangkan pembelajaran yang mengedepankan daya kreasi siswa melalui berbagai kegiatan dalam kelas. Siswa menjadi pusat pembelajaran itu sendiri. Dia mengontruksi pengetahuannya melalui pengalaman belajar yang menyenangkan.tutur janati. Saat di wawancara purnamanews(Ns)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed