oleh

Meski Pandemi Covid -19 Belum Berakhir, PN Kabupaten Kediri Tetap Eksekusi Lahan Milik Muntinah

Purnamanews.com Kediri —Petugas juru sita Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri Jawa Timur sempat bersitegang dengan aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat saat hendak mengeksekusi dua lahan persawahan di Kecamatan Papar Kabupaten Kediri. Namun Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri tetap melaksanakan eksekusi pengosongan dua bidang sawah  yang sebelumnya milik Muntinah (48) warga Dusun Payak Desa Tanon Kecamatan Papar Kabupaten Kediri, meskipun beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat menolak proses pelaksanaan eksekusi tersebut, Kamis (10/9).

Eksekusi didasari oleh penetapan Ketua Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri, Agus Tjahjo Mahendra S.H.,MH, dengan Perkara Nomor 02/Pdt.Eks/2019/PN Gpr tanggal 27 Agustus 2020 tentang pelaksanaan eksekusi pengosongan, serta dilandasi Risalah Lelang Nomor 498 tahun 2016, tanggal lelang 26 Agustus 2016 dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Malang

Diketahui, dua bidang sawah dijadikan jaminan pinjaman ke PT. Permodalan Nasional Madani (PNM) beralamat Jalan Kawi Mojoroto Kota Kediri. Dikarenakan, ada keterlambatan pembayaran maka dua bidang sawah tersebut dilakukan pelelangan dengan Pemenang Lelang atas nama Muhamad Heru Fahmi, S.E (50) warga Desa Waung Kecamatan Baron Kabupaten Nganjuk.

Hasil dari pantauan awak media di lapangan menyebutkan pelaksanaan eksekusi dua bidang lahan yang masih ditanami jagung terlihat dilakukan pembabatan tanaman jagung yang masih berumur dua bulan tanpa perlawanan dari pihak pemilik lahan dan mendapat pengawalan dan pengamanan ketat dari Polres Kediri.

Muntinah (48) warga Desa setempat selaku pemilik lahan mengaku, hanya bisa pasrah dan tidak melakukan perlawanan kepada sejumlah petugas terkait yang memasang tanda pergantian pemilik lahan serta memotong seluruh tanaman jagung di dua bidang tanah tersebut.

“Saya rasa tidak pas, apabila eksekusi dilakukan mengingat situasi masih pandemi Covid-19”, katanya.

Masih menurut Muntinah, meski saya orang kecil yang tidak tahu hukum, tapi saya tetap akan terus memperjuangkan kedua lahan tersebut, karena proses hukum yang terlaksana selama ini diduga banyak rekayasa. Banyak lembaga yang akan membantu dan mendampingi proses ke depan.

Ditempat yang sama Hariyanto selaku pendamping Muntinah, dari Yayasan Perlindungan Konsumen Makmur Bersama (YPKMB) Kediri menjelaskan, bahwa permasalahan ini berawal dari rekannya bernama Muntinah memiliki pinjaman di Permodalan Nasional Madani (PNM). Namun setelah tenor berjalan antara 2,5 – 3 bulan, Muntinah mengalami kesulitan pembayaran angsuran karena kandang ayam yang dimiliki roboh.

“Tapi, saat Muntinah mengajukan kelonggaran pembayaran pinjaman ke PNM, justru mereka tidak mengabulkan dan sudah melelang dua lahan yang dijadikan jaminan oleh Muntinah, dengan pemenang lelang bernama Muhamad Heru Fahmi, warga Desa Waung, Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk,” terang Hariyanto.

Sementara itu ditambahkan oleh LSM IJS Kediri, Agung Setiawan kepada awak media mengatakan, siap memberikan pendampingan secara terus-menerus kepada Muntinah. Lantaran, pihaknya menilai pada permasalahan Muntinah terlihat ada sejumlah oknum yang berniat mengambil keuntungan tersendiri.

“Jika aksi dan tuntutan kami pada eksekusi kali ini tidak diindahkan dengan baik, kami siap melakukan unjuk rasa dengan massa yang lebih banyak, supaya masyarakat luas mengetahui, bahwa penegakan hukum di Kediri hanya tajam ke bawah dan mengorbankan masyarakat kecil yang tidak paham hukum,” ungkapnya.

hernowo/red

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed