oleh

Menyikapi HOBI dan PROFESI

[caption id="attachment_1117" align="alignnone" width="720"] hansutha[/caption]

PURNAMANEWS – Jakarta. Jika kita mendalami makna kata Jurnalis adalah suatu bentuk Industri berarti
kita harus bisa menyikapi dasar dari
dua suku kata yang sangat Dahsyat hasilnya, yakni kata hobby dan kata profesi.

Menurut pandangan Ketua Umum APIKI (Asosiasi Pengusaha Industri Kreatif Indonesia) Anto Suroto SH SE MM yang selama
ini kata Profesi adalah Legitimasi kepada keahlian personal yang di miliki
yang harus diperjuangkan dengan suatu pekerjaannya.

Beda halnya dengan HOBI biasanya personal tersebut bisa mengalahkan profesi
karena bentuk pengorbanannya untuk mendapatkan bentuk Kepuasannya.

Jika seseorang itu melakukan pekerjaan dengan senang hati dan pengorbanan ,
baik waktu dan materi itulah yang di katakan Hobi.

Karena pengorbanan industri Jurnalis merupakan pengorbanan yang di lakukan seorang jurnalis adalah seatu
pekerjaan yang sangat besar resiko dan
Pengorbanannya bahkan melupakan tingkat resiko independen yang dilihat dan di dengar untuk suatu kebenaran yang di tulis untuk memberikan kepuasan konsumen dan juga pembelajaran kepada masyarakat pada umumnya.

Maka pengorbanan itulah yang kita sebut sebagai Hobi yang bisa mengorbankan untuk bisa mendapatkan
suatu kebenaran berita yang bisa kita dapatkan dengan nara sumber yang dapat berdampak suatu pembelajaran.

Karena jika kita melakukan sudah dengan kesenangan dan ketenangan tersebut itulah yang bisa mengalahkan diri kita sebagai seorang pekerja , karena jika kita bekerja adalah bertugas dilakukan dan perjuangan selesai begitu biasanya yang di lakukan seorang pekerja atau profesi.

Hanya jika kita mengerjakan sesuatu dengan senang dan nyaman dan di lakukan dengan pengorbanan dan resiko dengan kebenarannya dengan etika dan kode etik yang sudah ada dan
menghasilkan komitmen kebenaran dan juga kepuasan dengan Pengorbanan ,
yang dia lakukan itulah Hobi.

Maka jika kita memiliki mental Wirausaha maka kita akan selalu menyikapi profesi akan lebih happy dan mudah di terima semua lapisan masyarakat yang berdampak kepada kepuasan konsumen dan idustrinya ( nara sumbernya ) juga bisa happy juga karena dalam bentuk pembelajaran dan yang menilainya adalah masyarakat itu sendiri, agar masyarakat akan menunggu berita sebagai suatu kebutuhannya.

Banyak pelaku jurnalis juga bisa wirausaha dan bahkan hasilnya jauh lebih baik lagi baik ekonomi dan hobbynya tetap bisa di lakukan dan di kerjakan sebagai jurnalis seperti bpk. Harmoko dan juga alm. Bpk. Adam malik bahka ketua DPR Bambang Setyo sekarang ini
yang profesinya sebagai Jurnalis.

Sehingga, profesi pun beda dengan Keahlian yang dimiliki. Misalnya,kuliah jurusan jurnalis tetapi menjadi Developer karena pergaulan dan lingkungan begitu.
Karena biasanya Hobi yang positif akan mengalahkan dengan profesi kita.
Karena apapun yang dilakukan harus secara Profesional,
artinya yang sudah sesuai SAP dan SOP nya.
Kalau profesi adalah pekerjaan atau statusnya begitu.

Karena Kesuksesan tidak pernah memilih – milih atau hanya milik satu dua orang saja jika kita mengerjakan seperti Hobi dan Profesional dengan Fokus insya Allah semua kesuksesan bisa kita dapatkan dengan tujuan yang sudah kita tentukan dengan Fokus dan dengan mengukur Kemauan serta Kemampuan yang kita miliki (profesi).

(hst/red)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed