oleh

Mentri Agama: Masyarakat Harus Bisa Bedakan Apa Itu Politik Agama dan Politisasi Agama

[caption id="attachment_1989" align="alignnone" width="720"] “Saya menekankan kita harus membedakan dengan baik apa itu politik agama dan politisasi agama, karena politik agama itu, itu yang harus kita kedepankan,”[/caption]

PURNAMANEWS – Jakarta. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menegaskan, masyarakat harus bisa membedakan dengan baik apa itu politik agama dan politisasi agama.

“Saya menekankan kita harus membedakan dengan baik apa itu politik agama dan politisasi agama, karena politik agama itu, itu yang harus kita kedepankan,” kata Lukman di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu 25 Juli 2018.

Menurut dia, politisasi agama adalah menjadikan agama sebagai media, sarana, instrumen untuk menjadi tujuan politik pragmatis. Agama seharusnya dijadikan faktor perajut persatuan untuk menjalankan kemajemukan.

Baca Juga: Demokrat Belum Sepakat Berkoalisi Dengan PAN, Visi Misi Sesuai Aspirasi Masyarakat 

“Karena semua kita yang beragam ini disatukan dengan semangat yang sama agar nilai agama menjadi acuan dalam menjalani kehidupan bersama. Bukan justru agama menjadi faktor yang menjadikan kita terpecah belah,” ujar dia.

Karena itu, menurut Lukman Hakim, politisasi agama tentu harus dihindari, sehingga kehidupan demokrasi di Indonesia bisa berjalan dengan damai.

“Di mana agama betul-betul menjadi tujuan, landasan bahkan orientasi dalam politik, bukan sebaliknya menjadikan politisasi agama. Itu sesuatu yang kita hindari,” tambahnya.

(rn/red)

Baca Sumber

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed