oleh

MENGURANGI PEREDARAN NARKOBA DI PURWAKARTA, POLSEK CIBATU MEMBENTUK KAMPUNG BEBAS NARKOBA

PURNAMANEWS.COM, PURWAKARTA– Polsek Cibatu bersama Polres Purwakarta dan masyarakat Kecamatan Cibatu, membentuk kampung bebas narkoba. Pembentukan ini disertai dengan pemasangan spanduk “Kampung Bebas Narkoba” di Kp. Babakan Jati Desa Cikadu, Kp. Krajan Desa Cibatu dan sebelumnya juga Kp.Cikopo Desa Karyamekar, Kecamatan Cibatu Kabupaten Purwakarta. Rabu (7/11/2018).

Menurut Kapolsek Cibatu AKP Ali Murtado, kampung bebas narkoba bertujuan untuk memberantas peredaran narkoba, mulai dari para pemakai sampai bandar narkoba. Sehingga dari lingkungan Desa hingga Kecamatan Cibatu bebas dari peredaran narkoba.

Ia menambahkan, saat ini permasalahan generasi bangsa bukan melawan penjajah tetapi melawan peredaran narkotika.

Untuk itu, lanjut dia. Salah satu cara untuk melawan peredaran narkotika di tengah-tengah masyarakat, yakni harus bisa menjadi polisi bagi dirinya sendiri dan keluarganya.

“Kecamatan Cibatu sudah masuk pada zona rambu merah peredaran narkoba, jadi pembentukan kampung bebas narkoba ini diharapkan mampu mempersempit peredaran barang haram tersebut. Pembentukannya diawali dari tingkat lingkungan dulu, setelah berhasil nanti akan dinaikkan menjadi tingkat Desa sampai Kecamatan,” ujarnya.

Sama halnya dikatakan Camat Cibatu H.Diaudin, bahwa mendukung penuh pemberantasan narkoba. Ini bentuk kepedulian kita terhadap masyarakat dan pemuda, dalam konteks meminimalisir peredaran narkoba ditengah masyarakat kita, agar masyarakat khususnya para pemuda tidak terjerumus untuk menkonsumsi dan mengedarkan narkoba.

“Mari kita ciptakan pemuda hari ini, menjadi pemuda yang bebas dari jerat narkoba. Karena pemuda hari ini adalah calon para pemimpin bangsa dimasa yang akan datang,” ungkapnya.

Kepala Desa Cikadu Dedi Sujana mengatakan, dirinya sangat setuju dengan pemasangan spanduk bebas narkoba.

Menurutnya, pemasangan spanduk ini bisa dijadikan alat untuk meminimalisir peredaran narkoba, sekaligus menyelamatkan para generasi muda agar mereka tidak mudah terpengaruh untuk mengenal barang haram tersebut.

“Kondisi ini tentunya perlu mendapatkan perhatian serius dari semua  stakeholder agar para generasi muda tidak mudah terpengaruh,” ucapnya. (Eka)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed