oleh

Menelusuri Jejak Tapak Tilas Para Wali, Keramat Wali Kukun (Makam Syeh Uwan) di Kp Balong Asem Sukawangi – Bekasi

PURNAMANEWS.COM,BEKASI -Pada kesempatan malam hari ini kuliner mistis Bang Sapta menyambangi salah satu keramat yang berlokasi di kp balong asem Rt 02 Rw 06 Desa sukabudi kec. Sukawangi Kab. Bekasi (28/03/19).

Pada kunjungan kali ini Kuliner mistis, bang Sapta mengundang salah satu awak Media yaitu Purnamanews.com, untuk menelusuri bersama tentang asal-usul/sejarah makam keramat ini.

Sebelum mencari tahu tentang sejarah keramat ini, kami menemui salah satu warga kampung ini sebut saja bang ade, ia adalah orang yang merawat keramat sekaligus juru kuncinya.

Sesampainya kami di keramat, kebetulan di keramat sedang banyak tamu banyak para peziarah yang berkunjung, lalu kami pun sedikit bertanya-tanya kepada para peziarah.

Semuanya ada enam orang, empat orang warga balong asem dan dua orang lagi warga tambun. Mereka bilang setiap malam jumat selalu berziarah ke keramat wali kukun ini untuk mengirimkan do’a kepada Syeh Uwan. Saya rutin bang setiap malam jumat selalu kesini untuk silaturahmi “ungkap Aky salah satu peziarah yang dari tambun”.

Setelah itu kami wawancara kepada bang ade selaku juru kunci keramat, untuk mengetahui tentang asal-usul keramat ini. Ucap bang ade saya tidak terlalu banyak tahu tentang sejarah keramat ini karena saya cuma meneruskan orang tua saya sebagai juru kunci, yang lebih tahu lagi tentang sejarah karamat ini abang saya yaitu bang ustad teja biar beliau saya panggil dulu silahkan nanti tanyakan saja kepada abang saya. Sebelum kami mempertanyakan lebih lanjut lagi lalu kamipun menunggu kedatangan Ustad Teja.

Dan kemudian ustad teja datang menghampiri kami, alhamdulillah beliau mau menceritakan tentang sejarah asal-usul keramat wali kukun ini kepada kami.

Adanya keramat wali kukun ini berasal dari seorang waliyulloh ia adalah Syeh Uwan. Beliau berasal dari baghdad atau keturunan baghdad,Ayah beliau berasal dari baghdad irak dan ibunya berasal dari pajajaran tanah jawa, syeh uwan penyebar islam dan beliau menyebarkan islam di tanah jawa dwipa ini berawal dari aceh lalu ke banten terus ke bogor hingga sampai ke bekasi. Bahkan beliau bukan cuma penyebar islam saja beliau juga seorang pejuang yang ikut berjuang untuk mengusir penjajahan belanda dari negri ini.

Dalam perjuangannya beliau selalu syiar dalam perjalanannya. Ia selalu mengucapkan dua kalimat syahadat karena dengan mengucapkan kalimat syahadat insya allah apa yang kita perjuangkan dan kita cita-citakan di kabulkan oleh Allah Swt.

Setiap apa yang beliau mau dan apa yang beliau pinta syeh uwan selalu mengucapkan syahadat untuk memohon kepada allah, dan dengan izin allah apa yang ia pinta dan yang ia mau selalu terbukti. pada waktu itu ketika beliau membebaskan tahanan tentara indonesia, dengan mengucapkan dua kalimat syahadat beliau merubah dirinya menjadi komandan tentara belanda, lalu tentara belanda itu di perintahkan untuk membebaskan tahanan tentara indonesia.

Tentara belanda itupun membebaskan tahanannya, karena beraggapan yang memerintahkan itu adalah seorang komandanya. Lagi pula dalam penglihatan tentara belanda bahwa yang di tahan itu adalah bukan tentara indonesia melainkan rakyat yang tidak bersalah. Dengan kelebihan atau karomah beliau, tentara belanda di kelabui penglihatannya agar dapat membebaskan pasukan tentara indonesia. Itulah kelebihan atau karomah syeh uwan.

Di dalam perjuangan dan perjalanan hidupnya akhirnya beliau menetap di bekasi sampai beliau menutup mata dan di makamkan di sini di kp balong asem, dan kenapa keramat ini di namakan kerawat wali kukun. Karena di pusara makam syeh uwan ini di tumbuhi pohon kukun itulah asal-usul sejarah keramat wali kukun yang bisa saya ceritakan “Ungkap Ustad teja”

Setelah kami selesai wawancara dengan ustad teja kami pun berdoa bersama mengirimkan do’a untuk syeh uwan lalu di lanjutkan dengan ngopi-ngopi atau ngobrol santai.

(Rahmat.H)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed