oleh

Mendag Kunjungi Lulu Hypermarket Abu Dhabi Dorong Ekspor UMKM Indonesia

Sigli-Purnamanews.com, Menteri Perdagangan mengunjungi retail modern Lulu Hypermarket di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA) pada Senin 13 Januari 2020. dalam kunjungan ini, Mendag mendorong produk Indonesia termasuk keragaman dan keunikan produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah

(UMKM) dapat menembus pasar Timur Tengah, khususnya UEA.
“Diharapkan pengusaha Indonesia lebih mendapat kesempatan dalam memenuhi pasar Timur
Tengah, khususnya UEA,” kata Mendag.

Menurut Mendag, peran Lulu Hypermart sangat strategis dalam membantu Usaha Mikro Kecil dan
Menengah (UMKM) Indonesia memasuki pasar UEA. Untuk itu, diharapkan fasilitasi dan bantuan dari
Lulu Hypermarket agar mereka bisa memenuhi persyaratan pasar di UAE. Rabu , 15/01/2020.

Dok.Humas Kemendag

“Lulu Hypermarket dapat memberikan bimbingan teknis dan promosi bagi pelaku usaha Indonesia
khususnya UMKM. Selain itu, juga dapat menyampaikan informasi detail terkait kebutuhan produk di
pasar UAE termasuk pelabelan, kemasan, distribusi, dan segmentasi pasar,” jelas Mendag.

Lulu Hypermarket saat ini telah memiliki 185 toko retail dan 23 pusat perbelanjaan yang tersebar di
UAE, India, Arab Saudi, Bahrain, Kuwait, Oman, Mesir, Malaysia, dan Indonesia.

Di Indonesia, Lulu Hypermarket telah membuka cabang di Cakung Jakarta Timur pada 2016 dan di BSD City Tangerang pada September 2017. Perusahaan ini berencana mengembangkan cabangnya lagi di Indonesia pada awal 2020, tepatnya di daerah Cinere Mall Depok dan Sentul Bogor.

Pada kunjungan ini Mendag diterima langsung oleh Ketua dan Direktur Pelaksana (CMD) Lulu Group
International (LGI) Yusuff Ali. Pihak Lulu sepakat untuk mendatangkan lebih banyak produk Indonesia untuk dipasarkan di seluruh retail Lulu Hypermarket.
“Kita meminta Lulu Hypermarket dapat memasok lebih banyak produk-produk Indonesia untuk
dipasarkan di seluruh retailnya,” tambah Mendag.

Sebelumnya, Kemendag melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan LGI di sela gelaran Trade Expo Indonesia 2018.
“Penandatanganan MoU diharapkan dapat menfasilitasi dan membantukemudahan akses pasar produk Indonesia untuk masuk ke pasar internasional khususnya, Timur Tengah dan UEA melalui Lulu Hypermarket,” ungkap Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Dody Edward .

Pada hari yang sama, Mendag juga menghadiri pembukaan Abu Dhabi Sustainability Weeks (ADSW)
di Abu Dhabi. Pada acara ini, Mendag mendampingi Presiden Joko Widodo yang mendapat kehormatan memberikan sambutan pada acara tersebut.

Dalam sambutannya Presiden Jokowi menyampaikan, pembangunan bagi negara berkembang
merupakan hal yang harus didukung. Pada saat yang sama, planet bumi juga harus dijaga kelestariannya. Untuk itu, dibutuhkan paradigma baru, yaitu transformasi dari ketahanan energi
menjadi energi yang berkelanjutan. Presiden Jokowi juga mengajak peserta Timur Tengah berinvestasi di Indonesia dalam pengembangan energi baru dan terbarukan.

UAE merupakan negara tujuan ekspor ke-21 dan negara asal impor ke-16 bagi Indonesia. Total
perdagangan Indonesia-UAE mencapai USD 3,3 miliar pada Januari–November 2019.
Komoditas ekspor utama Indonesia ke UAE antara lain minyak kelapa sawit dan turunnannya, kendaraan bermotor, korundum buatan, kain anyaman sintetis dari benang filamen, dan perhiasan.

Sementara impor Indonesia dari UAE antara lain minyak dan gas bumi, produk baja paduan setengah
jadi; aluminium, selang, pipa, dan kelengkapannya.
Pada 2018, investasi UAE di Indonesia tercatat sebesar USD 69,9 juta dengan jumlah 63 proyek.
Sektor utama investasi UAE adalah sektor tanaman pangan, perkebunan dan peternakan; industri
kimia dan farmasi; industri makanan, industri logam, listrik gas dan air; perdagangan dan reparasi;
serta hotel dan restoran (Iskandar )

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed