oleh

Memiles Bukan Bank, Investasi dan Ponzi

Purnamanews.com bekasi—Berita tentang memiles sungguh sangat memukul kami sebagai member yang mengetahui dengan pasti apa yang terjadi didalamnya dan kami seperti dipojokkan terus tanpa memiliki hak jawab yang benar,sementara semua media terus menerus mendatangkan nara sumber yang “mengaku” sebagai member memiles dan sekaligus memposisikan dirinya sebagai korban,ini sangat miris dan tidak berimbang.

Kami sudah coba dengan berbagai macam cara untuk menyampaikan fakta tentang memiles tapi selalu pada posisi yang tidak pas untuk itu karena bukan kami tuan rumah dalam setiap topik diskusi di media mainstreams maupun cetak dan online. Semua nara sumber yang katanya adalah “korban memiles” setelah kami kaji secara mendalam sesungguhnya adalah “korban atas penutupan aplikasi memiles” yang dj shutdown seketika oleh pihak Polda Jatim.

Memiles Bukan Lembaga Jasa Keuangan (LJK).
Perlu kami sampaikan disini bahwa memiles bukan bank sebagaimana dalam UU no.10/1998 tentang perbankan Indonesia, dan juga bukan perusahaan investasi sebagaimana tercantum dalam peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) melainkan perusahaan aplikasi digital periklanan dengan produknya adalah iklan,sesederhana itu.

Produk iklan digital tidak berbeda dengan produk iklan konvensional,yaitu sama sama jual slot iklan.

Memiles adalah spesies baru bisnis di Indonesia karna menggabungkan produk iklan melalui penjualan slot iklan dengan pemberian reward kepada para membernya. Ini adalah bisnis komunitas yang kekuatannya bergantung pada jumlah member,pemasangan iklan dari member dan untuk member. Semakin banyak jumlah member maka semakin efektif pemasangan iklannya,oleh karna itu para member di pacu untuk membawa member lainnya supaya dapat mencapai jumlah 2jt member untuk akhir tahun 2020.

Memiles bukan bank dan bukan perusahaan investasi.
Para member membeli slot ikan bukan menabung uang,menitipkan uang apalagi menyimpan uang dalam satu lembaga yang dikenal dengan nama memiles. Memiles juga bukan lembaga investasi karena sebagaimana tercantum dalam peraturan otoritas jasa keuangan (POJK) tentang perusahaan investasi antara lain : Asuransi,Dana pensiun,Reksa Dana, dan termasuk peran Manajer investasi dimana di dalamnya tidak termasuk perusahaab periklanan baik konvensional maupun digital dimana memiles adalah perusahaan advestising digital.

Memiles adalah brand dari PT.KAM and KAM berdasarkan ijin yang diberikan oleh Pemerintah republik Indonesia cq lembaga Pengelola dan penyelenggaraan OSS berdasarkan ketentuan pas 39 peraturan pemerintah no.34 tahun 2017 tentang pelayanan perijinan berusaha terintegrasi secara elektronik telah menerbitkan ijin operasional yg merupaka komitmen pelaku usaha yang telah memenuhi standar,sertifikat,
lisensi, dan pendaftaran barang/jasa sesuai dengan jenis produk atau jasa yang di komersialkan. Dengan demikian PT.KAM and KAM telah mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB) no.9120111250842 sebagai Perusahaan Periklanan.

Memiles Bukan Ponzi.
Praktek ponzi sebagaimana yang di maksud dalam UU no.7/2014 tentang perdagangan adalah menggunakan sistem piramida dalam mengelola uangnya,piramida yang di maksud adalah menggunakan uang para member untuk digunakan bagi kepentingan member dan selanjutnya menggunakan uang member baru untuk membiayai kepentingan member lama itulah praktek ponzi.

Kami member sudah seringkali melakukan diskusi dengan pihak manajemen perihal “tudingan ponzi” dan secara gamblang di jelaskan dengan sangat mudah di mengerti bahwa memiles memiliki business plan untuk tahun 2020-2025 yang sangat terukur baik dan luar biasa sebagai sumber pendapatan untuk membiayai semua kepentingan reward pada member nya.

Berdasarkan business plan,sumber keuangan (income) memiles didapat paling tidak 10 sumber lainnya yaitu :
1. Membership
2. Franchise bisnis
3. Iklan vendor komersial UMKM (non member)
4. Memiles partner business
5. Memiles entertainment
6. Memiles youtobe
7. Paid to click aplikasi berbayar
8. Sharing kuota operator
9. Topup iklan member
10. Iklan politik (musiman)

Para member seluruh indonesia bersatu melakukan perlawanan menuntut keadilan,mengecam pihak pihak yang menutup aplikasi,menyita uang perusahaan,menyita reward reward pada member yang telah menerimanya,menyudutkan kami para member telah ikut serta melakukan kejahatan ekonomi.

Stop dan hentikan semua tudingan dan kebohongan tersebut karna memiles bukan bank,bukan perusahaan investasi dan bukan bisnis skema ponzi. Mari kita dukung program memiles.

Bagas ariebowo/ass.red

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar

  1. Sangat di sayangkan dari awal pengerbekan udh g sesuai prosedur, mau nutup perusahaan sistem yg di pakai kayak nangkap gembong teroris harusnya polda lbh paham untuk hal ini, yg berinvestasi itu siapa,. ..siapa…siapa..kok di gembar gemborkan.yg di rugikan siapa dan yg lapor siapa namanya aparat menyelidiki itu emng tugasnya tp kl emng baru di duga kenapa udh ambil tindakan yg sangat..sangat sadis dan merugikan ribuan mamber.
    Polda jatim dan ojk benarkah tindakan anda yg ktanya peengayom masyarakat sesuai Pancasila, bukan sesuai kemauan polda sendiri. Dan tlng Untuk OJK pikirkn di Indonesia bgtu byk sistem aplikasi termsk pinjaman online bgtu merajalela depkoletor online bgtu lbh sadis menyerang naskahnya yg di anggap melanggar contoh aplikasi (TUNAI CEPAT ) Duit pinjaman yg di terima nasabah Rp 448000 harus mbalikin Rp 700000 denda keterlambatn/ hari Rp 28000 nah apakh ini udh izin ama OJK, apakah ini OJK selidiki sy g tau brpa omset aplikasi ini atau karna omset lbh kecil dari memiles syng jg h tau
    kenapa jua memiles yg di tindak pdhal baru usia 8 bulan yg usia lbh tua dari memiles pada di kemanain.

    Kami sebagia mamber memiles berharap kepada aparat pemerintah untuk mengkaji ulang kmbli dan mempelajari mendalam aplikasi memiles, aplikasi pya anak bangsa supaya bsa beekembang, dan kl asa salah bukan di binasakn tp di luruskan, di bina bukan di hujat, di tindas
    Kami selalu ingat pesan yang mulia bapak Jokowi era Digital perlu di kembangkan untuk kemajuan bangsa Indonesia

    Kami sampaikan :

    Kami mamber memiles kami bukan korban Invéstasi bodong karna memiles bukan invéstasi

    Kami adalah korban penutupan
    Aplikasi memiles yg menjadi usaha kami oleh polda jatim

    Terima Kasih
    Salam kompak, dan tetap semangat bersama memiles

  2. Segera bebaskan petinggi memiles… atau polda jatim sudah melanggar HAM.

    Kalau sampai memiles ditutip…
    Inilah bukti pembodohan anak bangsa di jaman ini.. di jaman serba digital..!

News Feed