oleh

“Member Memiles Menggugat”

Purnamanews.com Jakarta —Rekan rekan wartawan yang terhormat,

Terima kasih atas kehadirannya dan terima kasih atas kesediaannya datang dan bertemu dengan kami yang sedang berduka.

Ijinkan kami menyampaikan salam duka buat semua member memiles di seluruh penjuru tanah air, dan terima kasih buat Polda Jatim yang telah membuat kami berkabung sejak 18/12/2019. Semoga Polda Jatim dalam keadaan sehat-sehat saja, semakin sukses dan dilindungi oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Penggrebekan dan penutupan kantor memiles sangat mengejutkan kami mayoritas member memiles karena selama ini kami baik-baik saja, tidak dirugikan oleh perusahaan, bahkan mimpipun tidak, apalagi benar2 dirugikan. Penutupan kantor dilakukan bak menyergap sarang teroris yang akan mengancam nyawa ribuan orang jika dibiarkan. Ada apa dengan semua gerakan ini?

Kami sebagai member diwajibkan untuk paham dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan, silahkan dilakukan sesuai kewenangan dan kami member hanya menuntut transparansi dan azas keadilan dalam prosesnya. Kami akan kawal kasus ini dan tidak akan pernah kendor sedikitpun, membuka mata lebar-lebar, melihat setiap sudut keadilan dan kami akan melawan jika ketidakadilan itu dipertontonkan kembali dengan cara-cara yang semena-mena.

Perlu dipahami bahwa memiles itu bukan Bank karena sesungguhnya kami tidak pernah menabung uang di perusahaan. Memiles juga bukan perusahaan investasi karena kami juga tidak pernah merasa menitipkan uang kami untuk dikelola perusahaan sebagaimana produk investasi.

Kami hanya membeli slot iklan untuk kebutuhan kami masing-masing dan menggunakan iklan tersebut untuk berbagai kepentingan kami yang berjumlah sekitar 270 ribuan member tersebut.

Atas pemasangan iklan tersebut maka memiles membebankan kepada kami sejumlah biaya iklan yang pantas. Kami juga tahu bahwa memiles adalah perusahaan yang bergerak di bidang marketplace dan advertising dimana semakin banyak member maka semakin banyak lalu lintas transaksi dalam aplikasi tersebut sehingga akan menaikkan rating aplikasi dan akhirnya menjadi menguntungkan semua pihak baik kami sebagai member, memiles sebagai perusahaan penyedia aplikasi dan pihak ketiga yang memanfaatkan jasa transaksi online. Berapa banyak manfaat yang kami terima adalah sebanding dengan seberapa banyak manfaat yang didapatkan oleh perusahaan dan mitranya.

Member diberikan reward atas partisipasinya dalam pemasangan iklan aplikasi bukanlah ukuran seberapa besar imbal hasil yang diterima member tapi seberapa besar perhatian perusahaan kepada kami, dan kerjasama ini adalah saling menguntungkan, tidak ada pihak yang dirugikan. Oleh karena itu, kami sangat tidak bisa menerima jika Polda Jatim memamerkan sejumlah uang hasil sitaan yang diduga merupakan uang hasil kejahatan dengan narasi ‘Investasi Ilegal”.

Bagaimana mungkin uang kami yang diperoleh dari gaji, penghasilan, dan sumber lainnya yang halal dan sah, kemudian setelah kami belikan slot iklan di memiles serta merta berubah menjadi uang hasil kejahatan dan haram?

Pertanyaan kami adalah siapa pelaku kejahatan dan siapa korban kejahatan? Kami tidak pernah sekalipun merasa ditipu oleh memiles, dan sebaliknya memiles juga tidak pernah menipu kami, jadi siapa korbannya? Bukankah, jual beli slot iklan adalah jual beli putus dengan kesepakatan dan atas transaksi itu kami member memperoleh hak pemasangan iklan dan perusahaan memperoleh hak pendapatan atas transaksi penjualan slot iklan milik perusahaan? Bukankah, perusahaan sah menerima uang kami sebagai hasil penjualan slot iklan, dan jika kemudian uang tersebut dibelikan sejumlah reward buat kami juga adalah sah-sah saja?

Bisnis di era digital dengan memaanfaatkan teknologi internet adalah bisnis masa kini yang bisa meraup keuntungan melimpah karena pasarnya luas dan tidak terbatas. Bahkan semua bisnis yang tidak memanfaatkan teknologi internet akan menjadi kuno dan kemudian punah, sehingga dimanakah salahnya kami sebagai member jika memanfaatkan market place yang besar dari aplikasi memiles untuk memasaran produk dan jasa harus dikategorikan sebagai usaha jasa perbankan atau usaha jasa investasi, atau ponzi alias money game?

Kami sadar dan tahu pasti bahwa memiles sedang berkembang, kelemahan sana sini adalah hal yang wajar, usaha ini dilakukan untuk mendapatkan income yang luas dari berbagai sumber yang memungkinkan, dan ini bisa kami lihat dalam informasi aplikasi yang kami lihat dan baca setiap hari.

Kami sangat sayangkan bahwa pihak otoritas tidak memberikan arahan dan pembinaan kepada dunia usaha untuk berkembang sehingga penutupan (shutdown) usaha dengan mematikan aplikasi memiles membuat kami resah dan sangat kasat mata bahwa kami bangkrut, rugi dan tidak bisa bisnis lagi adalah murni karena perusahaan di shutdown seketika, bukan karena usaha normal perusahaan yang tidak mampu beroperasi sebagaimana kondisi normalnya.

Oleh karena itu, mohon teman2 wartawan dapat melihat substansi persoalan ini secara fair dan terbuka, tidak melihat dari satu sudut pandang saja dengan permainan psikologis bahwa uang kami yang dijemur berjejer2 di markas Polda Jatim adalah uang hasil kejahatan yang siap dibawa kabur oleh perusahaan, tapi itu adalah propaganda untuk meyakinkan masyarakat bahwa kami member membeli slot iklan dengan uang hasil kejahatan, bahkan mempersepsikan memiles perusahaan yang telah menipu membernya dengan uang hasil kejahatan ratusan miliar itu, adalah narasi yang sangat jahat, padahal kami tidak pernah merasa dirugikan sama sekali.

Bagaimana negara ini bisa mensejahterahkan rakyatnya jika setiap langkah usaha selalu dihatui ketakutan, rasa was-was dan siap-siap untuk digerebek bahkan uangnya disita setiap saat tanpa melalui proses pembinaan, mengingat bisnis di era teknologi saat ini tergolong masih baru dengan perangkat aturan juga masih seumur jagung?

Mohon kepada aparat hukum untuk arif dan bijaksana dalam bertindak karena ada ratusan ribu member dengan jutaan orang yang menggantungkan usahanya di aplikasi memiles tersebut harus dihentikan seketika tanpa merasa melalui proses yang wajar seperti menangkap bandar narkoba, mengepung teroris dalam satu malam selesai semua?

Kami akan menuntut keadilan kepada negara karena kami menjadi benar-benar dirugikan setelah penutupan aplikasi ini secara semena-mena. Bapak Presiden, mohon bentuk tim independen untuk memeriksa kasus ini supaya menjadi terang, tidak semena-mena, tidak memperlakukan kami bagai penjahat dengan uang hasil rampasan kejahatan.

Sumber : PRESS CONFERENCE

Grand Sahid -Jakarta, 10 Januari 2020
Salam member menggugat.

jag/red

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan ke teuku fajar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 komentar

  1. Hai pak polisi… Tolong bekerja yang sesuai prosedur. Adil dan jujur. Kami merasa di rugikan oleh perilaku anda yg semena mena terhadap memiles…
    Perlu di ingat ….
    Memiles bukan investasi
    Memiles bukan money game
    Dan memiles bukan bank.
    Tapi memiles adlh perusahaan iklan yang besar…. Dimana ada 270.000 member dg usia baru 8 bulan… Dan nilai omset 755 .000.000.000.
    Tolong kembalikan hak kami… Kami tidak di tipu…..!!!! Kami tidak berivestasi…justru kmi sedang di rampas semua harapan oleh kamu pak polisi…..!!!!!!

  2. Kami sebagai member MeMiles mendoakan serta mendukung kerja MeMiles. Semoga bisa bangkit lg dan maju. Bangkit MeMiles.

  3. wahai polda jatim..anda jangan semena2 sita uang member memiles dan menutup memiles..
    inget bisnis yg sama dengan memiles ada 3 yaitu Nettiz, MyLuna, dan Pandu Persada (INVESTASI BODONG JUGA KARNA SISTEMNYA SAMA DENGAN MEMILES) kenapa kalian WAHAI POLDA JATIM tidak sikat habis 3 nama yg saya sebutin diatas.
    NETTIZ kantornya di Gading Bukit Indah Kelapa Gading Jakarta Utara silahakn grebek kalo kalian berani.

    kami member memiles menilai ini ada persaingan bisnis yang tidak FAIR dri kompetitor LICIK dan Nebar FITNAH DAJJAL yg JIPLAK SISTEM MEMILES..

News Feed