oleh

Masyarakat Abo Tebeng Tolak Kebijakan Wabup Pidie Yang Mau Tutup Lapangan Kerja Masyarakat

PurnamaNews.com – PIDIE. Masyarakat gampong Abo Tebeung, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie, menolak keputusan Wakil Bupati Pidie yang menyuruh kandang ayam yang ada di gampong tersebut dibongkar, alias disuruh tutup operasinalnya. Para ibu-ibu di gampong tersebut, melakukan aksi penolakan terhadap perwabup tersebut karena dinilai sarat nepotisme.

Puluhan ibu-ibu dan warga gampong mengecam keputusan tersebut, karena selain mereka kehilangan pekerjaan, perwabup itu juga terkesan nepotisme, yang hanya wabup mementingkan keluarganya yang berdomisili di Gampong Abo Tebeng.

Begitu ungkapan warga yang ditulis di karton dalam aksi protes penolakan peraturan wabup di gampong mereka, samping kandang ayam, Abo Tebeng, Senin (01/10/2018).

Kepada media ini, puluhan warga secara serentak menyampaikan orasi protesnya bahwa peraturan itu memang sangat tidak masuk akal.

“Kandang ayam yang ada di kampung kami jauh dari rumah penduduk, dan juga sebagai lapangan kerja bagi sebahagian penduduk Abo Tebeng. Tapi hanya karena keinginan saudaranya (keluarga) wakil bupati yang tanpa alasan pasti, eh malah pemerintah menutup sebagaian lapangan kerja masyarakat.” kata ibu-ibu dengan emosi.

Para ibu-ibu juga melanjutkan protesnya, “Penutupan lapangan kerja kami oleh pemerintah (wakil bupati) akan membuat kami marah. Untuk itu, wakil bupati Pidie harus meninjau kembali keputusannya, sebelum kemarahan masyarakat sampai pada puncaknya,” jelas mereka.

Idealnya, bupati dan wakil bupati harus bisa menciptakan lapangan kerja kepada masyarakat desa, agar Pidie berkurang angka pengannggurannya, eh malah lapangan kerja yang sudah ada mau ditutup, sebut mereka.

“Coba bayangkan, Kabupaten Pidie adalah daerah termiskin posisi ke empat (4) setelah Bener Meuriah di Aceh, yang dipermalukan oleh daerah kabupaten yang baru kemaren lahir, yaitu Pidie Jaya di urutan ke lima (5). Itu semua karena pemerintah tidak bisa mengatasi kemiskinan. Hanya sibuk urusin perintah-perintah keluarganya.

Lapangan kerja baru tidak bisa diciptakan, malah lapangan kerja yang sudah ada mau ditutup. Padahal salah satu upaya pemerintah dalam mengatasi kemiskinan, adalah menciptakan lapangan kerja agar pengangguran berkurang yang otomatis angka kemiskinan akan berkurang pula. Ini malah menutup lapangan kerja yang sudah ada hanya karena permintaan keluarganya,” pungkas mereka.

Ismail/Nazar

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed