oleh

Masjid Syekh Asnawi Caringin Labuan Kabupaten Pandeglang

purnamanews.com – Pandeglang Banten.  “Masjid SYekh Asnawi”Labuan Kabupaten PandeglangMasjid Salafiah Caringin terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan Nomor 31, Desa Caringin, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Propinsi Banten. Desa tersebut kurang lebih berjarak 65 kilometer dari Ibu Kota Provinsi Banten, Serang. Nama Caringin diambil dari nama pohon beringin.

*Sejarah*

Salafiah Caringin menjadi peninggalan muslim Banten pada masa pemerintahan kolonial Belanda di bawah Gubernur Jenderal Herman Hillem Daendels. Pada 1883 Desa Caringin ditinggalkan oleh penduduknya karena terjadi gempa bumi akibat Gunung Krakatau meletus. Keadaannya menjadi hancur dan gersang. Setelah setahun ditinggalkan akhirnya mereka kembali ke Caringin pada 1884. Sekembalinya mereka ke Caringin, tak lama kemudian ada seorang ulama yang bernama Syekh Asnawi bersama dengan penduduk secara gotong royong membangun masjid pada tahun 1884. Masjid ini diberi nama Masjid Caringin sampai sekarang. Syekh Asnawi adalah putra KH. Mas Abdurrahman (penghulu Caringin) dan ibunya Ratu Syafiah (keturunan Sultan Banten) yang lahir pada1852

*Arsitektur*

Masjid Salafiah Caringin (https://humaspdg.wordpress.com)

Model bangunan Masjid Salafiah Caringin bergaya klasik, perpaduan lokal dengan budaya Hindu. Seperti halnya bangunan kuno, Masjid berbentuk segi empat dengan penyangga fondasi masif.

*Diskripsi Bangunan*

Masjid Salafiah Caringin merupakan suatu kompleks dengan luas tanah 3.500 meter2, luas bangunan 600 m2 serta dikelilingi tembok setinggi 115 cm. Pintu masuk halaman masjid terdapat di sebelah utara dan selatan.

*Atap*

Atap Masjid Salafiah Caringin terdiri atas tiga tingkatan, yang menerangkan rukun agama, seperti Iman, Islam dan Ikhsan. Atap tersebut bersatu dengan atap ruang perawatan serambi barat dan utara. Atap tingkat pertama disangga oleh tiang sokogutu. Pada puncak atap tingkat tiga terdapat mustaka dari tanah liat dengan bulan sabit di puncak mustaka. Hiasan yang terdapat pada bagian ujung kerangka atap berupa hiasan tumpal.

*Ruangan*

Ruangan yang terdapat di kompleks Masjid Salafiah Caringin meliputi ruang utama, ruang serambi di keempat sisi, kolam, istiwa dan makam.

*Mihrab*

Mihrab dan Mimbar Masjid Salafiah Caringin.

*Makam*

Seperti umumnya pada setiap masjid kuno selalu terdapat tempat pemakaman. Makam ini terletak 350 cm sebelah barat masjid. Tokoh yang dimakamkan adalah KH. Muhammad Asnawi, pendiri Masjid Caringin. Makam berada dalam satu bangunan berukuran 15 x 8 m. Pintu masuknya terdapat di dinding utara. Makam dikelilingi pagar besi dan ditutup dan ditutup kain hijau, terdiri atas jirat dan nisan. Jirat berbentuk persegi empat  memanjang daru utara-selatan. Di atas jirat terdapat dua buah nisan yaitu nisan kepala terbuat dari batu andesit dan bentuknya lonjong. Nisan yang satu lagi bagian kaki berbentuk pipih dan mamer terdapat tulisan Arab yang berbunyi “Syekh Asnawi wafat 13 Rabiul Akhir 1356 H (1937 M)”. Kedua nisan tersebut dibungkus kain putih (kafan).

*Kegiatan*

Hingga saat ini, Masjid Salafiah Caringin masih difungsikan untuk beribadah dan menjadi desnitasi wisata sejarah, sekaligus wisata religius di Banten. Warga sekitar masih menggunakannya untuk beribadah berjemaah sehari-hari. Ke masjid tersebut juga banyak berdatangan wisatawan.

(dadang/Red)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed