oleh

Masih Banyak “Pengembang Nakal” Di Kabupaten Bekasi

purnamanews.com – Kabupaten Bekasi. Dengan adanya program Presiden Jokowi mengenai program perumahan murah dan terjangkau untuk masyarakat di indonesia, ini menjadi peluang bagi para pengusaha dan pengembang perumahan, khususnya di daerah kabupaten bekasi, untuk mengambil momen tersebut dengan membuka lahan properti/perumahan untuk di pasarkan ke konsumen atau masyarakat yang belum dan ingin memiliki rumah dengan mengumbar promo dan menjanjikan mutu bangunan yang bagus kepada calon pembeli, agar perumahan yang di pasarkan cepat habis terjual.

Dan momen ini juga jadi peluang buat oknum para pengembang yang nakal, yang hanya mengobral janji dan sangat-sangat merugikan konsumen, seperti masalah serah terima yang molor lama dan spesifikasi bangunan kerap tidak sesuai dengan perjanjian, lahan perumahan yang masih terkait sengketa.

Seperti yang di lakukan oleh salah satu pengembang perumahan, yang memiliki beberapa lahan perumahan di kabupaten bekasi, namun memiliki manajemen yang sangat merugikan konsumen yang pernah mengambil perumahan di daerah cikarang kabupaten bekasi, dengan sistem perjanjian surat pemesanan rumah yang tidak sesuai prosedur, dan menurut penjelasan konsumen tersebut, bahwa dia dijanjikan dengan spek bangunan dengan mutu yang bagus, ternyata realisasinya tidak sesuai di harapkan, dijanjikan memakai bata hebel ternyata hanya memakai bahan Batako, dengan di minta uang muka yang cukup tinggi Rp.14 juta dan ternyata UM setelah di setujui oleh bank pemberi kridit, UM atau uang pangkal hanya Rp.5 juta dan konsumen tersebut dari awal pengambilan rumah 2017 sampai sekarang, meminta untuk pengembalian sisa UM, dan pihak pengembang tidak pernah ada itikad baik untuk mengembalikannya.

Dengan masih adanya pengembang yang nakal yang merugikan konsumen di kabupaten bekasi, seharusnya persoalan ini menjadi fokus pemerintah dan perhatian dari Kementrian Perumahan atau pemerintah daerah, untuk bertindak tegas dan memberikan sanksi kepada pengembang perumahan yang merugikan konsumen dengan cara menipu, mengobral janji, dan pastinya membuat citra buruk bagi pengembang perumahan lainnya yang serius mengembangkan usaha properti di kabupaten bekasi mengikuti program dari Presiden Jokowi.

 

Andy/Red

 

 

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed