oleh

MAHASISWA UTU-ALIANSI PENCARI KEADILAN UNTUK AZRUL AMILIN

PURNAMANEWS.COM – MEULABOH. Sejumlah mahasiswa UTU, mencari keadilan didepan Kejak Saan Negeri Aceh Barat, 05/09

Aksi penyampaian pendapat di muka umum hari ini aksi lanjutan dari aksi sebelumnya yang (dab kami lakukan di Mapolres Aceh Barat. Aksi ini bertujuan untuk mmyMpaikan aSpirasi terhadap kasus salah Suntik yang texjadi pada 19 Oktober 2018 silam.

Dalam ha! ini kami menduga ada dua korban yang salah menerima penanganan medis yaitu salah suntik yang mengakibat kematian pada malam tersebut. Untuk saat ini yang sedang bergulir dalam persidangan atas nama korban Alfareza, Azrul Amilin juga salah satu pasien yang meninggal dengan

dugaan salah suntik.

Sebagai bahan untuk memperkuat dugaan kami bahwa Azrul Amilin juga menjadi korban salah suntik, kami merangkum basil sidang pemen’ksaan saksi yang telah di lakukan di mang sidang Pengadilan Negeri Meulaboh pada 29 Agustus 2018 atas nama saksi Herliana dan Eka selaku kepala mangan.

l. Kartu Obat Pasien (KOP) yang digunakan untuk Azrul Amilin sama dengan Kartu Obat Pasien Alfareza. Kami menduga obat yang diresepkan melalui KOP Alfareza juga di suntik kepada Azrul Amilin yang dilakukan oleh dokter koas.

2. Terdakwa Erwanti baru sadar seperti salah meresepkan obat ketika melihat reaksi yang texjadi pada pasien Azrul Amilin, bukan reaksi yang di timbulkan pada pasien Alfareza, karena mengetahui ha] itu terdakwa Erwanti berusaha untuk menghentikan terdakwa Desri Amalia untuk tidak menyuntik pasien Alfareza dan temyata terdakwa Desn’ Amalia sudah mclakukan penyuu’kan.

3. Kemudian saksi mengeluarkan pemyatan selain Alfareza juga ada korban lain atas nama Azrul Amilin pasien dari Aceh Jaya

Selain kasus salah suntik berdasarkan pernyataan saksi atas nama Herliana kami menduga adanya unsur pemalsuan dokumen terhadap obat yang kcluar dari depo obat yang sama dengan transamin dua ampul yang tidak diketahui itu milik siapa, kemudian terdakwa meminta tolong kepada perawat lain untuk menambahkan obat tersebut dalam dokumen medis milik korban setelah insiden salah suntik tetjadi pada malam tersebut. Dasar kami menduga adanya unsur pemalsuan dokumen berdasadcan surat yang dipalsukan “Surat yang digunakan sebagai keterangan bagi suatu perbuatan atau pen’su’wa (misalnya surat tanda kelahiran, buku tabungan pos, buku kas, buku harian kapal, surat angkutan, obligasi, dan lain-lain).

Berdasarkan fakta-fakta yang terungkap dalam proses persidangan, patut diduga kuat bahwasanya dalam perkara ini terdapat keterkaitan dan keterlibatan pihak lain yang patut di panggil, dipen’ksa dan dimintai keterangan menurut hukum sesuai dengan ketentuan berlaku.

“Oleh karena itu, dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kepasu’an hukum dan keadilan, kami mendesak Jaksa Penuntut Umum untuk meminta adanya perintah hakim agar pihak-pihak lain yang patut diduga memiliki ketefrkaitan dan keterlibatan dalam perkara ini dapat dipanggil, dihadirkan dan dimintai keterangan di muka persidangan,”ujar
Korlap maskur.

Ns/Red

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed