oleh

Laskar Anti Korupsi Indonesia ( LAKI ) Pertanyakan Dana CRS. PT. MEDCO E&P MALAKA Aceh Timur

Purnamanews.com. Aceh Timur —Perusahaan minyak dan Gas bumi (Migas) yang beroperasi dan memiliki Wilayah Kerja di Kabupaten Aceh Timur. harus benar-benar peduli dan tepat sasaran pada kesejahteraan masyarakat di daerah,Terlebih masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi operasi perusahaan migas tersebut. Minggu (4/8/2019)

Menurut Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat ORMAS LAKI , Saiful Anwar,mengatakan, bahwa kepedulian perusahaan kepada masyarakat mutlak harus tegas dilakukan.”Kalau tidak tepat dilakukan apa untungnya bagi masyarakat lokal. Mending mereka hengkang alias gulung tikar dari kabupaten Aceh Timur,” ujar Saiful.

Lanjutnya masyarakat selalu berharap dana CSR harus terbuka dan transparan supaya masyarakat ikut merasakan hasil berkah dan manfaat dari perusahan swasta di kabupaten Aceh Timur .

Hasil Sumber Daya Alam di sekitarnya salah satunya melalui program guliran Coorporate Social Responsibility (CSR) ataupun Comunity Development (COMDEV) yang menjadi tanggungjawab perusahaan tersebut harus tegas dan benar dilakukan.

“Dari situlah paling tidak masyarakat bisa ikut merasakan manfaat dari ekploitasi SDA di wilayahnya Namun, Saiful mengaku, kesulitan untuk memantau guliran dana CSR.perusahaan Apalagi selama ini hanya rakyat sekelincir saja yang merasakan dana tersebut.

begitu juga perusahan selama ini betul – betul memperhatikan masyarakat yang tinggal di sekitar lingkungan perusahan serta merasakan secara langsung dana keuntungan perusahaan melalui program CSR dari investor.

Data-data pelaksanaan CSR yang belum di informasi publik kepada masyarakat. perusahaan migas atau perusahan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di wilayah aceh timur.

Sepertinya selama ini PT.MEDCO E&P MALAKA mengenai dana CSR maupun MCL tidak pernah transparan pada rakyat Aceh Timur. Seolah-olah ada indikasi keuntungan orang-orang tertentu ,” tandasnya.

Saiful menambahkan, seharusnya perusahaan bersinergi dengan pemerintah daerah serta benar dan tepat sasaran untuk penentuan dilokasi penerimanya.

Jangan sampai kedekatan personel dengan perusahaan dijadikan patokan dalam penentuan CSR.Baik itu infrastruktur maupun pelatihan pemberdayaan masyarakat.

Perlu skala prioritas pemberdayaan dengan pertimbangan potensi lokal masyarakat dikembangkan dan dikawal sampai berhasil. Jadi jangan setengah hati dalam upaya pemberdayaan masyarakat,” tegasnya.

Ketua Ormas LAKI itu menilai, ketidak transparannya program CSR perusahaan yang telah dikucurkan bisa mengindikasikan adanya permainan pihak perusahaan dengan penerima. “Kalau perlu didatangkan tim audit dari lembaga independen.Agar diketahui apa yang telah diberikan kepada masyarakat lokal. Agar semua transparan, karena untuk mencari data-data CSR yang sudah digulirkan itu saja sulitnya bukan main,” tambahnya ketua LAKI.

Demikian pula,Kontrak Kerjasama Operasi( PT.MEDCO E&P MALAKA ) masyarakat mengharapkan lebih memperlihatkan kepeduliannya terutama pada masyarakat kecil Jangan sampai masyarakat dirugikan dan hanya merasakan kena imbasnya saja dari aktivitas operasi mereka,” ucap Ketua LAKI Aceh Timur (Hendri)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed