oleh

Kota Tanjungpinang Dilema Corona dan Distribusi Tabung Elpiji 3 Kilogeram Langka

Purnamanews.com – Kota Tanjungpinang pemerintah perlu lebih meningkatkan sistem pengawasan distribusi tabung elpiji 3klg pemerintah harus pantau turun ke lapangan, jika kedapatan ada oknum mafia yang bermain beri tindakan tegas dan masyarakat jangan di beda-bedakan, itu barang bebas. Jumat, (30/10/2020).

Untuk itu, iman menyarankan pemerintah untuk mengoptimalkan tugas pokok pengawasan gas LPG kepada BPH Migas sehingga penyaluran subsidi untuk elpiji 3klg tersebut dapat lebih tepat sasaran.

“Kelembagaan pengawasan sektor migas ini perlu dikonsolidasikan dalam satu lembaga agar kelangkaan, subsidi yang tidak tepat sasaran dan harga yang tak terkontrol dapat diperkecil,” kata iman.

Ia berpendapat bahwa jika selama ini fungsi BPH Migas terbatas pada fungsi pengaturan dan pengawasan hilir migas, sementara pengawasan gas LPG ditangani oleh Kementerian ESDM, ke depan fungsi ini dapat dilebur dalam satu lembaga.

“Dengan menyerahkan fungsi pengawasan gas LPG kepada BPH Migas, akan terjadi konsolidasi fungsi pengawasan sektor hilir migas ke dalam satu lembaga. tata kelola seperti ini lebih sederhana dan kuat,” jelas iman, dikutip Pikiran Rakyat.

Diduga ada permainan oknum yg bermain, pemerintah harus mengubah sistem dan perketat pengawasan di kios-kios, subsidi gas elpiji 3klg dari yang ada sekarang, perketat pengawasan para pembeli yang berlebihan hingga kami rakyat tidak teriak akan kekurangan 3klg gas elpiji. Kata iman.

Sebelumnya, dugaan oknum mafia di lapangan. Pemerintah kurang tegas dan Minim pengawasan di lapangan hingga dalam hitungan 1-2 jam elpiji 3klg lngsung habis. kata iman, saat sedang membawa tabung elpiji 3klg.

(Ravi)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed