oleh

Korps PMII Puteri Kupang Gelar Seminar Kebangsaan

Purnamanews.com ,NTT – Pengurus Cabang KORPS Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Puteri ( KOPRI ) Kupang Menggelar Seminar Kebangsaan di Aula DPD RI NTT pada hari Sabtu (15/09/2018)

Kegiatan seminar Kebangsaan yang dilakukan oleh KOPRI PMII Kupang dengan mengusung Tema ” Peran Perempuan di Bidang Politik dan Ekonomi Dalam Mendongkrak Pembangunan Regional NTT ”

Rukmini Suharti Selaku Ketua KOPRI Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia ( PMII ) Kupang menjelaskan dengan adanya kegiatan ini semoga perempuan-perempuan Nusa Tenggara Timur ( NTT ) dapat menjadi perempuan-perempuan yang akan di perhitungkan di segala bidang, baik dalam bidang politik maupun dalam ekonomi.

Sekilas kita merefleksi bahwa sejarah bangsa tidak terlepas dari yang namanya peran perempuan.

Begitu juga terkait kemampuan dan kesiapan perempuan-perempuan Regional NTT, karna pada dasarnya sudah banyak perempuan-perempuan NTT yang memiliki kemampuan telah menduduki pos-pos strategis di bangsa ini, baik pada level Regional, Nasional hingga ke tingkat International.

Sementara itu Hasnu Ibrahim selaku Ketua Umum PMII Kupang dalam sambutannya menyampaikan proficiat kepada KOPRI PMII Kupang yang telah mengadakan seminar kebangsaan dengan menghadirkan tiga narasumber sebagai representasi dari perempuan NTT dan menghadirkan Bidang Pemberdayaan Perempuan baik dari Organisasi nasional, Organisasi Mahasiswa dan Organisasi kedaerahan.

Tentu kegiatan seminar yang dilakukan oleh KOPRI PMII Kupang bukan cuman sekedar dijadikan sebagai hajatan ceremonyal belaka, melainkan harus ada goals konstruktive dari apa yang menjadi hasil diskusi sore hari ini.

Sehingga eksistensi perempuan harus berbanding lurus dengan esensinya, karena apa ruang akselarasi perempuan harus betul-betul dimaksimalkan dalam berbagai aspek kehidupan seperti halnya bidang ekonomi dan politik yang akan didiskusikan pada sore hari ini.

Dinamika yang berkembang ditengah masyarakat yakni perempuan hanya cuman dijadikan alat pencapaian persyaratan parpol tertentu, karena jelas bahwa perempuan-perempuan yang diorbit dalam parpol misalnya mereka yang tidak mengerti dan belajar di dunia aktivis.

Sementara itu, Dra. Sisilia Sona selaku Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik ( Kesbangpol ) provinsi NTT hadir sebagai Narasumber yang sekaligus membuka acara seminar kebangsaan KOPRI PMII Kupang menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada bidang pemberdayaan perempuan PMII Kupang yang telah berinisiative mengadakan seminar pada sore hari ini.

Karena sesungguhnya bangsa ini membutuhkan perempuan-perempuan hebat dan terampil.

Pada hakikatnya perempuan adalah makluq Tuhan yang hebat, sebab perempuan dijadikan sebagai Ibu Rumah Tangga dan pemimpin di Bangsa ini.

Oleh karena itu Bukan suatu alasan dalam perjuangan karena kita dilahirkan sebagai kaum perempuan, tapi sesungguhnya keseimbangan antar laki-laki dan perempuanlah sehingga bangsa ini bisa berjalan sehat dan tidak pincang tuturnya.

Narasumber Diskusi KOPRI PMII Kupang menghadirkan tiga orang Narasumber yaitu Akademisi : Dra Yaherlof Foeh, M.Si Dosen Fisipol UNDANA Kupang, Legislative Aleta Kornelia Baun, SH Anggota Komisi III DPRD Provinsi NTT dari Fraksi PKB dan Dra. Sisilia Sona Kepala Kesbangpol Provinsi NTT.

Aleta Kornelia Baun, SH sebagai Salah satu Aktifis Pejuang Lingkungan Hidup dan Bakal Calon DPR RI dari partai Kebangkitan Bangsa ( PKB ) menjelaskan bahwa Peran Perempuan Dibidang Politik dan Ekonomi harus betul-betul dioptimalkan agar ide dan gagasan perempuan dapat dirasakan dalam memberikan kontribusi rill demi kemajuan Regional Daerah NTT.

Dra. Yaherlof Foeh, M.Si sebagai narasumber ketiga dari Akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik ( FISIPOL ) UNDANA Kupang mengatakan bahwa : saya teringat akan ungkapan Albert Einstein yakni Manusia Itu adalah Zoon Politicon ( Mahluk Sosial ) sehingga sudah menjadi suatu keharusan dan kewajiban bagi sesama Ciptaaan Tuhan untuk saling tolong menolong dan membantu.

Perempuan secara eksistensi dan esensi merupakan dua variabel pembanding.

Mengapa dijadikan dua variabel pembanding karena perempuan dapat mengerjakan dua pekerjaan dalam satu kali beraktifitas. Nah toh semestinya perempuan itu bukanlah makluq lemah melainkan makluq kuat, tapi yang membuat perempuan itu lemah disebabkan oleh lemahnya keterlibatan dan proses pengorbitan dalam peran penting dibangsa ini.

Sehingga Harapannya adalah kalian-kalian perempuan yang hadir pada kempatan ini akan berjuag untuk menyuarakan persoalan Kesetaraan gender tuturnya. (Kekson)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed