oleh

Korem 012/TU Gelar Simulasi Pengamanan Pemilu Pilpres dan Pileg 2019

PURNAMANEWS.COM,MEULABOH – Komando Resor (Korem) 012/Teuku Umar menggelar simulasi penanganan konflik komunal yang terjadi antar pendukung kandidat pemilu 2019 dengan menerjunkan 1.375 personel yang dibagi dalam dua daerah latihan di wilayah jajaran Korem 012/TU, Jum’at (08/02/2019).

Danrem 012/TU Kolonel Inf Aswardi melalui Kasiops Korem 012/TU Mayor Inf Suyono mengatakan, kegiatan latihan pengamanan Pemilu ini dilaksanakan di seluruh satuan TNI se-Indonesia. Begitu juga di Provinsi Aceh dilaksanakan di seluruh kabupaten dan kota Se-Aceh.

Kegiatan latihan ini sangat penting mengingat Tahun 2019 ini ada pesta demokrasi pemilihan Legislatif dan Presiden, hal ini sesuai yang diamatkan dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2004 tentang TNI dalam poin perbantuan kekuatan TNI kepada Polri yang tentu saja sesuai dengan mekanisme prosedural yang berlaku.

Menurut Kasiops, kegiatan latihan sendiri telah berlangsung sejak tanggal 28 Januari hingga 9 Februari 2019.

Kasiopsmenjelaskan, atas permintaan Kapolda Aceh kepada Pangdam IM dengan persetujuan Presiden maka Pangdam memerintahkan Danrem 012/TU melaksanakan pengerahan kekuatan guna meredam konflik komunal yang terjadi di Provinsi Aceh khususnya di wilayah jajaran Korem 012/TU , Danrem kemudian memerintahkan Dandim 0105/Abar, Dandim 0116/Nara, Dandim 0107/Abar, Dandim 0118/Subulussalam, Danyonif 115/ML dan Danyonif 116/GS untuk menggelar dan mengerahkan kekuatan guna meredam konflik yang ada.

Di Aceh Barat, konflik antar kedua kubu tidak dapat dielakkan lagi hingga jatuhnya korban jiwa maupun luka-luka, tim PHH TNI segera diterjunkan dan melerai dan mengurai masa hingga melakukan penyekatan baik di dalam wilayah Aceh Barat maupun mengantisipasi adanya pengerahan masa dari luar. Selain itu TNI bersama Forkopimda Abar segera melakukan rekonsiliasi guna mempertemukan dan mendamaikan kedua kubu yang bertikai sehingga mereka bersepakat untuk berdamai.

Dalamsimulasi yang dilaksanakan di barat selatan Aceh, total kekuatan sebanyak 1.375 personel.

Disimulasikan telah terjadi ketidak puasan atas hasil pemilihan umum di Provinsi Aceh sehingga menimbulkan gejolak di masyarakat simpatisan kandidat, kegiatan diawali dengan aksi unjuk rasa dari kubu pihak yang kalah dengan membawa isu kecurangan di kantor Bawaslu.

Kemudian setelah tidak ditanggapi massa dengan kekuatan ribuan orang tersebut melakukan aksi di Kantor Bupati Aceh Barat sedangkan kubu yang menang juga melakukan aksi di Kantor KPU Aceh Barat guna mendesak segera dilaksanakan penetapan hasil pemilihan umum oleh KPU, kemudian dilanjutkan dengan melakukan orasi kemenangan di lapangan Teuku Umar.

Ataskejadian tersebut, kubu massa yang kalah merasa tidak terima dan menuju lapangan Teuku Umar guna menghentikan kegiatan dari kubu seberang sehingga potensi konflik tidak dapat dielakkan.(Redaksi)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed