oleh

Koalisi Masyarakat Aceh Bersatu (KMAB)  Menggelar Aksi Damai, Tuntut Gubenur Aceh Non Aktif Dibebaskan 

[caption id="attachment_1313" align="alignnone" width="968"] koalisi masyarakat aceh yang menuntut pembebasan gubenur aceh non aktif[/caption]

PURNSMANEWS – ACEH. Ratusan Massa menuntut KPK melepaskan Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf. Massa merupakan perwakilan dari beberapa daerah di Aceh ini mulai melakukan aksinya sekitar pukul 10.30 Wib, dengan berorasi secara bergantian di atas sebuah mobil truk interkuler, Senin (9/7/2018).

Ahmad Yani mengklaim penangkapan Irwandi Yusuf penuh unsur politik. Mereka meyakini bahwa Irwandi tidak melakukan tindakan korupsi sebagai mana yang dituduhkan.

“Pak Irwandi merupakan sosok pemimpin yang sempurna untuk Aceh, dan berjasa dalam perdamaian Aceh,”tambahnya.

Massa memberikan waktu selama tiga hari kepada KPK untuk menindak lanjuti tuntutan masa ini, dan selama Irwandi belum dikembalikan ke Aceh, massa mengancam tetap akan berunjuk rasa di Banda Aceh.

“Kami menuntut KPK untuk segera membebaskan gubernur kami, gubernur rakyat Aceh, Kami mencintai perdamaian, namun kalau Gubernur kami tidak dilepas kami akan membuat perlawanan,” ujar Ahmad Yani, Ketua Forum Komunikasi Anak Bangsa yang ikut berorasi.

WAKIL KETUA PARTAI ACEH MELARANG DEMO

“Selaku Wakil Ketua KPA, saya menghimbau kepada seluruh anggota KPA agar tidak mendukung dan ikut terlibat dalam aksi demo yang digelar Tim Relawan Irwandi Yusuf. Biarkan proses hukum itu sesuai aturan yang berlaku,” ujar Kamaruddin Abubakar alias Abu Razak kepada rekan media melalui telepon seluler, Senin (9/7/2018).

“Hukom nyan raja di ateuh raja (hukum itu seperti raja). Jadi semua pihak harus taat kepada aturan hukum, tanpa kecuali,” ujar Abu Razak

Abu Razak mengatakan, anggota KPA diharapkan agar sepenuhnya tunduk kepada hukum dan berada di garis depan untuk mendukung proses hukum yang berlaku. Abu Razak juga menghimbau agar anggota KPA juga diminta agar turut bekerja sama dengan aparat untuk mencengah bila terjadinya aksi anarkis.

(Hgn/red)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed