oleh

Ketua KIP Pidie Jaya Beserta Kapolsek Meureudu Pidie Jaya Melakukan Pengawasan Terhadap Petugas Pelipatan Kertas Surat Suara Pelimu 2019

PURNAMANEWS.COM,PIDIE JAYA -Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kabupaten Pidie Jaya mulai melakukan pelipatan kertas surat suara (susu) Pemilu 2019, dipusatkan di gedung serba guna “Tgk Chik Di Pante Geulima”, terletak di komplek pusat perkantoran pemerintah setempat. Kamis, (07/03/19).

Ketua KIP Pidie Jaya, Iskandar, S.Sos didampingi Plt. Sekretaris KIP, Maskur, di sela-sela kegiatan pelipatan kertas suara tersebut kepada Wartawan mengatakan, jumlah total kertas susu tersebut sebanyak 559.745 surat suara, dimana jumlah tersebut terdiri dari 5 macam, yaitu kertas surat suara calon DPRK, DPRA, DPR RI, DPD, dan Calon Presiden, dengan jumlah setiap macam kertas susu dimaksud yaitu 111 949 lembar.

Dikatakan Iskandar, kegiatan pelipatan kertas surat suara tersebut akan berlangsung lebih kurang sekitar 7 hari dengan melibatkan sebanyak 90 orang petugas dari masyarakat Pidie Jaya yang direkrut oleh KIP setempat, dimana sebagaimana perkiraan durasi pihak KIP, untuk setiap hari nya, dan setiap petugas harus mampu menyelesaikan pelipatan sebanyak 800 lembar kertas surat suara. Sementara ongkos pelipatan setiap kertas surat suara yaitu Rp.100.

“Para petugas pelipatan kertas surat suara pemilu berjumlah sebanyak 90 orang dan dikoordinir oleh 31 orang koordinator, mereka bekerja mulai sejak pukul 9.00 wib hingga pukul 17.00 wib, dengan pengawalan ketat oleh aparat keamanan dari kepolisian jajaran Polres Pidie, dan kami dari KIP Pidie Jaya juga memasang camera guna merekam semua aktifitas di dalam gedung dimana tempat dilakukan pelipatan kertas surat suara pemilu berlangsung.” Kata Iskandar.

Sementara Plt.Sekretaris KIP, Maskur juga mengatakan para petugas tidak hanya melakukan pelipatan kertas surat suara, namun petugas pelipatan juga harus menyortir bila ada kertas surat suara yang rusak atau cacat.

“Bila ada kertas surat suara yang rusak atau cacat, atau mengalami kekurangan maka pihak KIP Pidie Jaya akan melaporkan hal tersebut ke pihak KPU RI guna dilakukan pergantian, dan bila ada kelebihan kertas surat suara maka akan dilakukan pemusnahan.” Kata Maskur.

Sementara Ketua Pengawas Pemilih (Panwaslih) Pidie Jaya, Fajri M.Kasem, mengaku akan terus mengawasi setiap tahapan dalam penyelenggaraan pemilu di kabupaten setempat.

“Kami dari Panwaslih akan terus mengawasi setiap tahapan-tahapan penyelenggaraan pemilu di Pidie Jaya”, Kata Fajri.

Sementara selama proses pelipatan kertas suara pemilu 2019 di kabupaten Pidie Jaya juga dikawal ketat oleh pihak kepolisian, aparat keamanan dari Kepolisian jajaran Polres Pidie, ikut terlibat melakukan pengawasan serta pengamanan yang sangat ketat guna menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan terhadap kelancaran dan kesuksesan terhadap tahapan-tahapan penyelenggaran pemilu.

Kapolres Pidie AKBP Andi Nugraha Setiawan Siregar, S.I.K, melalui Kapolsek Meureudu, AKP Aditia Kusuma, S.I.K, di sela-sela pelipatan kertas surat suara pemilu kepada Rakyat Aceh mengatakan, Pihak nya terus melakukan pengawasan dan pengamanan secara ketat dan sangat steril, pasal nya keterlibatan pihak polisi dalam tahapan-tahapan pemilu juga bagian dari program Operasi Mantap Brata Rencong 2019 untuk mengamankan setiap tahapan pemilu tahun 2019.

Dikatakan Aditia, dalam melakukan pengawasan dan mengamankan kegiatan pelipatan kertas surat suara itu, pihaknya juga telah mengerahkan sebanyak 46 personil polisi di lokasi.

Selain itu, Aditia juga mengatakan, pintu masuk tempat pelipatan kertas surat suara itu hanya satu pintu, dan dijaga ketat oleh polisi di depan pintu masuk, sebelum masuk, setiap petugas pelipatan kertas suara juga dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu oleh polisi, pasalnya petugas pelipatan kertas surat suara juga tidak dibenarkan atau dilarang keras untuk membawa masuk HP (Hand Phone).Dan senjata tajam, dan barang2 berbahaya lainnnya yang dapat menggangu atau merusak kertas surat suara dimaksud.

“Demi pertimbangan keamanan, Aktifitas pelipatan kertas suara ini dilakukan hanya pada pagi hari hingga sore hari, dengan pengawasan /pengawalan ketat personil polisi di lokasi sebanyak 46 personil.” Kata Aditia.

(Rilis)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed