oleh

Ketua Gugus Tugas Covid 19 Kota Tegal Menggelar Konferensi Pers Di Pendopo Balaikota

Purnamanews.com Tegal — Sebagai kota tujuan dari berbagai bidang usaha, kota Tegal sangatlah rentan terhadap penularan virus corona.

Namun sejak maraknya pandemi virus yang mematikan ini pemerintah kota Tegal sigap supaya covid 19 tidak merebak dengan mengetrapkan PSBB dan lock down selama beberapa minggu yang hasilnya dinyatakan jalur hijau.

Namun beberapa hari terakhir masyarakat Kota Tegal heboh munculnya warga Kota Tegal yang terpapar virus corona bahkan tidak sedikit tenaga medis yang terpapar,Beredarnya berita tersebut diperkuat oleh pemberitaan awak media dari Semarang yang memuat hasil rapid tes ke sejumlah warga di kota Tegal dilakukan oleh Dinas Kesehatan Jawa Tengah.

Secara diam diam, Dinas kesehatan Jawa tengah melakukan rapid tes ke sejumlah warga di kota Tegal tanpa sepengetahuan Pemkot Tegal dan hasilnya. Cukup.mengejutkan,

Menyikapi kondisi ini, Ketua Gugus Tugas Covid 19 Kota Tegal Jumadi Jumat sore kemarin 7 Agustus 2020 menggelar Konferensi Pers di pendopo Balaikota Tegal .

Jumadi yang juga wakil walikota Tegal dalam awal pembicaraanya menyampaikan maaf karena Walikota Tegal Dedy Yon Supriyono tidak hadir karena ada tugas keluar kota.

Selanjutnya Jumadi meluruskan bahwa kembali munculnya covid 19, itu diketahui setelah dilakukan test swab yang dilakukan 30 Juli 2020 hingga – 06 Agustus 2020.Dari tes tersebut diketahui ada 28 orang suspeck virus corona.

Dari 28 orang itu terinci sebagai berikut :14 orang dari kota Tegal, 9 orang asal Kabupaten Tegal, 2 dari Brebes, 2 orang berdomisili di Jakarta, 1 orang dari Bandung dan 1 orang dari Temanggung. Mereka yang terpapar dari berbagai profesi, dokter umum, dr.gigi, bidan, farmasi, laboratorium, bagian gizi, administrasi dan 1 orang dari Jamaat gereja.

Dijelaskan oleh Jumadi sampai hari ini pemkot Tegal telah meng test swab sebanyak 799 orang . Dari sejumlah 28 dinyatakan positif, 418 negatif dan yang 335 hasilnya belum keluar.

Masyarakat diminta tidak takut untuk jalani protokol kesehatan pakai masker dan jaga jarak, ” jadi masyarakat nda usah takut yang berlebihan patuhi aturan protokol kesehatan .” Pungkas Jumadi.

Abiet/red

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed