oleh

Kepala Sekolah SMA IT AN – NAS 2 CENRANA Kab Maros Diduga “Gelapkan” Uang BSM 200rb Per Siswa

[caption id="attachment_921" align="alignnone" width="959"] “Kepala dinas pendidikan saja tidak berhak tahu apalagi dari media”  ungkap ibu suci sp.d selaku operator sekolah[/caption]

PURNAMANEWS  Sulawesi Selatan. Kabupaten Maros Penerimaan BSM ( bantuan siswa miskin) SMA IT AN – NAS 2 CENRANA’ banyak siswa yang menerima BSM Khususnya Dusun Malaka desa cenrana baru kecamatan cenrana sebanyak 22 siswa.

Masing – masing siswa menerima BSM sebesar Rp1.000.000.00 per siswa melalui BANK BNI, pengambilan BSM ini di dampingi oleh kepala sekolah dan operator sekolah senin ( 25 juni 2018). Salah satu siswa mengeluhkan adanya pemotongan BSM tersebut seperti penerimaan sebelumnya setiap penerima BSM siswa di potong Rp200.000,00 per orang.

Sebagian siswa penerima BSM lebih memilih merental mobil untuk pengambilan BSM nya di BANK BNI yang berada di kota maros karna menurut mereka “Lebih irit jika dibandingkan meraka ikut di mobil kepala Sekolah mereka / mobil keluarga kepala sekolahnya, mereka juga berharap pemotongan BSM kali ini mudah – mudahan tidak seperti penerimaan sebelumnya,” ujar siswa saat di wawancarai redaksi purnamanews.com.

Di hari yang sama redaksi purnamanews.com mencoba mengkonfirmasi terhadap kepala sekolah SMA IT AN-NAS 2 CENRANA ( MASSULIPU Sp.d.) dan operator sekolah untuk mengetahui lebih jelas apa yang dikeluhkan siswa, Kepala Sekolah yang langsung ditemui di mobilnya dihalaman parkiran masjid al-markas/al-islami kabupaten maros mereka tidak mau memberikan penjelasan yang sejelas jelasnya.

Bahkan kepala sekolah mengatakan “Nanti bapak datang di sekolah kami dan kepala sekolah SMA IT AN-NAS2 CENRANA juga mengatakan mungkin sekolah lain juga begitu pasti ada juga uang pengurusan,” ujar kepala sekolah.

tidak lama kemudian operator sekolah SMA IT AN-NAS2 CENRANA dan kami dari media www purnamanews.com disuruh bertanya sama operatornya tapi jawaban operatornya kepada kami

“Kepala dinas pendidikan saja tidak berhak tahu apalagi dari media”  ungkap ibu suci sp.d selaku operator sekolah.

(jmp/red)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed